kata Ayu Wardhani, Kepala Departemen Humas dan CSR Transjakarta, saat dikonfirmasi pada Kamis (1/1).
Dia menegaskan sikap tegas perusahaan. Bagi Transjakarta, tindakan sopir itu tidak bisa ditolerir karena jelas merugikan penumpang dan yang tak kalah penting mencoreng nama baik layanan transportasi publik.
“Mohon maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi, Transjakarta merespon serius kejadian ini,”
tutup Ayu. Jadi, lepas dari satu oknum yang bermasalah, pesannya jelas: sopir mana pun harus menjaga sikap. Penumpang juga diharap bisa bersikap bijak. Soalnya, di jalanan yang panas dan macet, emosi memang gampang tersulut.
Artikel Terkait
Kemenag Tegaskan Distribusi Zakat Harus Berbasis Data Sosial Nasional
Bupati Bone Perintahkan Pembentukan Kios Pangan di Setiap Kecamatan Jelang Ramadan
Kemensos Setujui Pembangunan Sekolah Rakyat di Luwu Timur
Siswi SMP Ditemukan Tewas Tanpa Busana di Kali Terpencil Sikka