Akibatnya, Grand Livina itu menabrak Toyota Rush di depannya. Tabrakan itu kemudian mendorong Rush hingga menabrak Daihatsu Sigra, lalu berlanjut ke Mitsubishi Pajero, dan berakhir di satu unit Pajero lagi. Lima mobil sekaligus berantakan di lokasi.
Kerusakan terparah, tentu saja, dialami si pemicu. Mobil Grand Livina itu hancur di bagian depan. Untungnya, kendaraan lain hanya mengalami penyok dan masih bisa dikendarai. Yang paling penting, tidak ada korban luka sama sekali. Hanya kerugian materiil yang harus ditanggung.
Danny menambahkan, AM sedang dalam perjalanan pulang. Kondisi jalan yang menyempit karena ada perbaikan proyek di lajur kanan ikut memperkeruh situasi. Ditambah lagi dengan pertikaian tadi, konsentrasi pun buyar seketika.
Soal kerugian, polisi masih menghitung. Tapi perkiraan sementara, total kerusakan semua kendaraan tidak sampai Rp 50 juta.
Pihak berwajib telah memeriksa AM dan memulangkannya. Kabar baiknya, semua pihak yang terlibat sepakat berdamai. Mereka memilih menyelesaikan masalah ini secara kekeluargaan.
Jadi, meski berawal dari cekcok dan berakhir dengan besi penyok, cerita ini ditutup dengan kesepakatan baik. Sebuah akhir yang cukup beruntung, mengingat potensi bahayanya.
Artikel Terkait
Setengah Juta Orang Serbu Jogja di Malam Tahun Baru, Sampah Justru Turun
Longsor Mengganas: Bencana Paling Mematikan Sepanjang 2025
Ribuan Pengunjung Ragunan Terjebak Macet Usai Serbu Hari Pertama 2026
Diplomasi Digital: Perlukah Indonesia Ambil Alih Kendali Data Warganya?