Prabowo dan Prinsip "Evidence Based" dalam Penanganan Bencana
Aceh Tamiang, Kamis, 1 Januari 2026
Presiden Prabowo Subianto punya pengakuan menarik. Ia mengaku memang tak sering muncul memberikan keterangan pers, khususnya saat menangani bencana. Alasannya sederhana namun mendalam: ia paham betul karakter rakyat Indonesia yang, menurutnya, baru percaya kalau sudah melihat bukti nyata.
Pernyataan itu ia sampaikan dalam sebuah rapat koordinasi penanganan bencana di Aceh Tamiang. Rapat itu dihadiri sejumlah menteri dan direktur BUMN. Di sana, Prabowo lebih dulu memberi semangat pada para jajarannya. Pesannya, jangan gentar menghadapi hujatan.
"Salah satu kewajiban seorang pemimpin adalah siap untuk dihujat, siap untuk difitnah," ujarnya tegas.
"Tapi kita tidak boleh terpengaruh dan tidak boleh patah semangat."
Nah, dari situlah kemudian ia menyinggung prinsip dasarnya. Prabowo mengaku selalu berpegang pada bukti. Fitnah dan omongan miring? Ia coba tak ambil pusing. Baginya, yang paling berbicara adalah realitas di lapangan, apa yang benar-benar dirasakan masyarakat.
"Semua itu kita terima... enggak apa-apa. Walaupun itu fitnah, kalau kita tahu di hati itu tidak benar, ya jadi waspada saja," lanjutnya.
"Saya percaya dengan bukti. Evidence based itu cara bekerja saya."
Artikel Terkait
Drone Serang Kafe di Kherson, 24 Warga Sipil Tewas dalam Serangan Mematikan
Kasus Meninggalnya Siswa SMP di Tangsel Ditutup, Polisi Temukan Penyebab Lain
Tiga Piagam Penghargaan untuk Kapolres Tangsel, dari Ungkap Kasus hingga Atasi Macet Kronis
Lebih dari 213 Ribu Rumah Terdampak Bencana di Sumatera, Bantuan Tunai Segera Digelontor