Sabtu lalu, 20 Desember 2025, suasana di Aming Coffee Podomoro terasa berbeda. Bukan hanya deruman mesin yang biasa, tapi tawa dan cerita yang mengisi udara. Di sana, Club Motor Khambec C70 Pontianak merayakan sesuatu yang istimewa: ulang tahun ke-30 mereka. Tiga dekade bukan waktu yang singkat.
Acaranya sendiri ramai sekali. Hadir para pendiri yang wajahnya mungkin sudah berkerut, disandingkan dengan anggota muda yang masih penuh semangat. Tak ketinggalan, rekan-rekan komunitas motor dari seantero Kalbar turut meramaikan. Ini benar-benar perayaan kebersamaan lintas generasi.
Menurut sejumlah saksi, rangkaian kegiatannya beragam. Intinya sih silaturahmi dan nostalgia. Tapi ada juga sesi berbagi cerita soal sejarah klub, hiburan, dan yang patut diacungi jempol, kegiatan sosial untuk masyarakat sekitar. Jadi, perayaannya bukan sekadar pesta.
Di sisi lain, momentum ini jelas bersejarah. Bayangkan, bertahan selama 30 tahun di dunia komunitas motor, dengan segala dinamikanya. Itu butuh komitmen yang luar biasa.
Ketua Umum mereka, Budi Satriadi, menyoroti hal itu dalam sambutannya. Usia 30 tahun ini, katanya, adalah bukti nyata solidaritas dan komitmen seluruh anggota. Klub ini lebih dari sekadar kumpulan pencinta motor klasik Honda C70.
"Ini keluarga besar," tegas Budi.
Ia menambahkan, nilai persaudaraan dan etika berkendara adalah hal utama yang dijunjung tinggi. "Khambec C70 Pontianak telah melewati berbagai perubahan zaman, namun tetap konsisten menjaga identitas, kekompakan, dan citra positif komunitas motor di tengah masyarakat," ujarnya.
Nah, melalui perayaan ini, hubungan antar generasi dari pendiri sampai anggota baru coba dipererat lagi. Harapannya jelas: agar Khambec C70 Pontianak tetap relevan. Bisa terus berkembang dan memberi kontribusi positif, baik di dunia otomotif maupun untuk masyarakat sekitar.
Dengan slogan khas mereka, "Salam Satu Aspal", komitmen itu kembali ditegaskan. Mereka berjanji akan menjaga kekompakan, terus melestarikan motor klasik, dan jadi contoh komunitas yang solid, tertib, dan bermanfaat. Perjalanan tiga dekade ini baru sebuah babak. Masih banyak jalan di depan yang harus ditempuh bersama.
Artikel Terkait
BATC 2026: Indonesia Hadapi Jepang di Semifinal Putra dan Korea di Putri
Wali Kota Makassar Studi Kelola Stadion ke JIS, Proyek Stadion Untia Masuk Tahap Lelang
Bunga Bangkai Raksasa Mekar Sempurna di Kebun Raya Bogor Setelah 12 Tahun
Keluarga Korban Tolak Damai, Tuntut Keadilan untuk Kucing yang Ditendang hingga Tewas di Blora