Jakarta bangun dengan wajah yang berbeda di pagi pertama tahun 2026. Gemerlap pesta semalam telah meredup, meninggalkan ruas-ruas jalan protokol yang terbentang lapang. Kota ini seperti menarik napas panjang, mengambil jeda sejenak dari hiruk-pikuknya yang biasa.
Lalu lintas di sejumlah jalan utama terpantau sangat lengang. Kendaraan memang masih ada, tapi jumlahnya jauh berkurang. Tak ada kemacetan berarti, antrean panjang pun menghilang. Kendaraan hanya berhenti sejenak di lampu merah, lalu mengalir lagi dengan lancar.
Perjalanan kami awali dari Gatot Subroto. Kawasan dekat Halte Pancoran, yang biasanya sudah ramai sejak subuh, justru terlihat sunyi. Lajur jalanan terbuka lebar. Bahkan suara klakson pun jarang terdengar, seolah ikut beristirahat.
Suasana serupa menyelimuti Rasuna Said. Di tengah jalan yang lapang, justru aktivitas warga yang mendominasi. Nampak beberapa orang berolahraga, ada yang jalan santai, ada pula yang berlari kecil. Mereka menikmati udara pagi yang langka, tanpa polusi dan kebisingan kendaraan.
Memasuki kawasan Sudirman, ternyata suasana belum berubah. Volume kendaraan belum menunjukkan tanda-tanda kembali normal. Yang menarik, justru warga yang memenuhi area. Dari depan Polda Metro Jaya hingga mendekati GBK, pelari dan pesepeda memadati trotoar dan bahu jalan.
Artikel Terkait
Malioboro Tetap Ramai di Siang Hari Pertama 2026, Wali Kota Pantau dengan Boncengan Motor
Mulai 2026, Pelaku Kejahatan Bisa Dihukum Kerja Sosial, Bukan Penjara
Kembang Api di Vila Bali Picu Kebakaran, Kerugian Capai Rp 3 Miliar
Bisik-Bisik 10.000 Bitcoin dan Awan Kelabu The Fed di Ambang 2026