Suasana Malioboro di hari pertama 2026 ternyata tak kalah ramai. Padahal, malam pergantian tahun baru saja berlalu. Kamis siang itu, kawasan ikonik Yogyakarta itu masih dipenuhi wisatawan yang lalu lalang.
Cuaca memang terik dan gerah. Tapi, itu tak menyurutkan antusiasme pengunjung. Sepanjang koridor pedestrian, orang-orang terlihat asyik berbelanja, berfoto, atau sekadar duduk-duduk bercengkrama. Mereka memadati bagian dari Sumbu Filosofi Yogyakarta itu, garis imajiner yang membentang dari Tugu hingga Panggung Krapyak.
Arus kendaraan di Jalan Malioboro juga cukup padat, meski untungnya tidak sampai menimbulkan kemacetan parah.
Eko, salah seorang wisatawan, mengaku sengaja mampir ke Malioboro pagi itu sebelum akhirnya pulang ke Semarang. Dia menghabiskan tahun baru di Yogyakarta bersama keluarganya.
"Sekalian mampir ke keluarga di Purworejo," ujarnya.
Di sisi lain, Wicak yang merupakan warga Temon, Kulon Progo, punya cerita berbeda. Dia memilih tidak kemana-mana saat malam tahun baru.
"Tadi ke sini jalan-jalan. Saya kira sudah sepi ternyata masih ramai," kata Wicak, terkejut melihat keramaian yang bertahan.
Lalu Lintas Padat, Wali Kota Naik Motor
Fenomena ramainya Yogyakarta saat tahun baru ini bukan tanpa alasan. Menurut Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo, kota ini memang jadi tujuan favorit wisatawan.
"Saya lihat data yang ada pantauan dari Pak Kapolda yang masuk ke Jogja ini hampir 2 juta lebih kendaraan dari segala penjuru ya, utara, selatan, timur, barat," jelas Hasto.
Kondisi semalam yang begitu padat bahkan memaksanya menggunakan sepeda motor untuk bisa memantau sejumlah titik keramaian di kota. Bayangkan, untuk sekelas wali kota harus nebeng boncengan karena jalanan benar-benar penuh.
Artikel Terkait
DJP Resmi Ingatkan Publik Waspadai Gelombang Penipuan Berkedok Institusi Pajak
HIPMI Soroti Penyusutan Kelas Menengah Pengusaha di Sidang Pleno Makassar
Tembok Mewah Ambruk di Kalibata, Halaman SMPN 182 Rusak Parah
Gattuso Siapkan Daftar 50 Pemain untuk Seleksi Playoff Piala Dunia 2026