MURIANETWORK.COM - Kantor Imigrasi Jakarta Selatan mengamankan dua warga negara asing (WNA) karena terbukti menyalahgunakan izin tinggal mereka. Operasi yang digelar dini hari tadi di sebuah klub malam kawasan Kuningan itu menjaring seorang warga negara China dan seorang warga negara Thailand yang kedapatan bekerja tanpa izin yang sesuai.
Pelanggaran Izin Tinggal di Tempat Hiburan Malam
Operasi penindakan itu dilaksanakan pada Minggu (15/2/2026) dini hari. Petugas menemukan kedua WNA tersebut sedang bekerja di dalam klub malam. Setelah dilakukan pemeriksaan, terungkap bahwa keduanya menggunakan izin tinggal yang tidak sesuai dengan aktivitas pekerjaan yang dilakukan.
Berdasarkan bukti dan pemeriksaan awal, ZS didapati melakukan aktivitas sebagai disc jockey (DJ) dengan menggunakan Visa on Arrival (VoA), sementara KS bertindak sebagai penari (dancer) dengan menggunakan fasilitas Bebas Visa Kunjungan (BVK),
keterangan resmi dari Imigrasi Jakarta Selatan menjelaskan situasi yang ditemukan di lapangan.
Lebih Dari Sekadar Pelanggaran Administratif
Pelanggaran yang dilakukan kedua WNA ini masuk dalam ketentuan Pasal 122 huruf a Undang-Undang Keimigrasian. Namun, petugas di lokasi juga mencatat temuan lain yang mengkhawatirkan. Klub malam tersebut diduga kuat berfungsi sebagai titik kumpul bagi komunitas tertentu yang aktivitasnya patut diwaspadai.
Kepala Kantor Imigrasi Jakarta Selatan, Bogie Kurniawan, menegaskan bahwa pihaknya tidak hanya berfokus pada aspek dokumen. Pengawasan terhadap aktivitas yang berpotensi mengganggu ketertiban umum juga menjadi perhatian serius.
"Kami tidak hanya fokus pada pelanggaran dokumen keimigrasian, tetapi juga memiliki tanggung jawab moral dan hukum untuk menjaga wilayah Jakarta Selatan dari aktivitas yang berpotensi merusak norma sosial dan budaya bangsa Indonesia," tegas Bogie.
Temuan ini menunjukkan bahwa pengawasan keimigrasian tidak hanya bersifat administratif, tetapi juga mencakup aspek sosial dan keamanan. Tindakan tegas terhadap penyalahgunaan izin tinggal diharapkan dapat memberikan efek jera dan menjaga ketertiban di ibu kota.
Artikel Terkait
Prabowo Disambut Kenegaraan di Élysée, Penuhi Undangan Balasan untuk Macron
Pemerintah Targetkan Revitalisasi 71.744 Sekolah pada 2026, Prioritas untuk Daerah Bencana dan 3T
Prabowo Kunjungi Prancis, Gerindra Sebut Diplomasi Ofensif demi Konversi Keunggulan Nikel
Sekjen LMP Sesalkan Keraguan Publik soal Kinerja Satgas PKH: Rp10 Triliun Hasil Denda Hutan Sudah Disetor ke Negara