Gubernur Jabar Apresiasi Peran Muhammadiyah dalam Pendidikan dan Pembangunan Nasional
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, memberikan penghargaan tinggi kepada Muhammadiyah dalam peringatan milad ke-113 organisasi Islam tersebut. Menurut Gubernur, fokus Muhammadiyah pada peningkatan mutu pendidikan masyarakat telah memberikan kontribusi signifikan bagi pembangunan bangsa.
Dalam pidatonya pada Selasa (18/11), Dedi Mulyadi menyatakan bahwa Muhammadiyah telah mengambil peran strategis dengan meringankan beban negara dalam menyelesaikan berbagai tantangan nasional. Pernyataan ini menegaskan posisi Muhammadiyah sebagai mitra pemerintah dalam memajukan kesejahteraan masyarakat.
Kekuatan Moralitas Muhammadiyah dalam Membangun Karakter Bangsa
Dedi Mulyadi mengungkapkan bahwa Muhammadiyah memiliki fondasi moralitas yang kuat dengan menjunjung tinggi nilai-nilai kejujuran, kebenaran, dan keadilan. Nilai-nilai ini, menurutnya, merupakan pilar utama dalam membentuk insan kebangsaan yang berkualitas.
"Ciri khas Muhammadiyah tercermin dari sikap mental para tokohnya yang konsisten menunjukkan kejujuran dalam memimpin, kesederhanaan dalam bersikap, dan keteladanan di masyarakat," jelas Dedi. Ia juga menekankan bahwa organisasi ini lebih memfokuskan pada pembahasan substantif mengenai ekonomi, kerakyatan, dan kebangsaan daripada perdebatan furu'.
Manajemen Modern dan Profesional Muhammadiyah
Gubernur Jawa Barat juga menyoroti kapasitas Muhammadiyah sebagai organisasi modern yang mengelola lembaga-lembaganya secara profesional. Keunggulan sistem manajemen yang dimiliki membuat pergantian kepengurusan dan kepemimpinan tidak mempengaruhi stabilitas organisasi.
Kemampuan manajerial ini, menurut Dedi, dapat menjadi model pembelajaran berharga bagi para politisi dalam menyelenggarakan pembangunan berkelanjutan. Prinsip utamanya adalah pembangunan tidak boleh bergantung pada figur individu tertentu, melainkan harus didukung oleh sistem yang mapan.
Sistem Organisasi sebagai Fondasi Pembangunan Nasional
Dedi Mulyadi menegaskan bahwa penyelenggaraan pembangunan seharusnya tidak tergantung pada siapa yang menduduki posisi legislatif, eksekutif, atau yudikatif. Yang lebih penting adalah kemapanan sistem yang menjamin kelangsungan pembangunan tanpa terpengaruh perubahan kepemimpinan.
"Warisan sistem organisasi yang dibangun Muhammadiyah semestinya menjadi dasar bagi politisi untuk menciptakan sistem politik yang baik bagi regenerasi kepemimpinan, iklim pembangunan, dan iklim investasi," pungkas Gubernur Jawa Barat tersebut.
Pernyataan Gubernur Jawa Barat ini menggarisbawahi pentingnya pembelajaran dari sistem organisasi kemasyarakatan seperti Muhammadiyah untuk memperkuat tata kelola pemerintahan dan pembangunan nasional yang berkelanjutan.
Artikel Terkait
ASDP Terapkan Diskon Tiket dan Tarif Tunggal untuk Mudik Lebaran 2026
Wakil Ketua BS OJK Soroti Kontradiksi Nilai Ramadhan dengan Korupsi Rp310 Triliun
Anggota Polri Meninggal dengan Luka Mencurigakan, Propam Polda Sulsel Lakukan Visum dan Pemeriksaan
Aktivis HAM Soroti Ironi Anggaran Negara Usai Tragedi Anak Meninggal karena Tak Mampu Beli Alat Tulis