Perayaan malam Tahun Baru 2026 di Jakarta punya nuansa yang berbeda. Kali ini, tak ada dentuman kembang api yang biasa menghiasi langit Ibu Kota. Pemerintah Provinsi DKI memilih jalan lain: mereka menggalang dana untuk korban bencana di Sumatera. Hasilnya? Tidak main-main, terkumpul Rp 3,1 miliar.
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menyampaikan apresiasinya di tengah kerumunan di Bundaran HI. "Ini kontribusi nyata dari publik Jakarta. Terima kasih sebesar-besarnya atas kepedulian yang luar biasa ini," ujarnya.
Ia menekankan, acara tahun baru sengaja diisi dengan penggalangan donasi dan doa bersama. Semua itu sebagai bentuk empati terhadap saudara-saudara di daerah yang sedang berduka.
Rangkaian acara sendiri dimulai dengan doa bersama yang melibatkan berbagai elemen, termasuk Forum Kerukunan Umat Beragama. Harapannya jelas: doa serta bantuan moral dan spiritual dari warga Jakarta bisa sedikit meringankan beban mereka yang terdampak, terutama di Aceh, Sumut, Sumbar, dan daerah lain.
"Bahkan beberapa penampilan musik malam ini kami sesuaikan," imbuh Pramono. "Ini wujud solidaritas untuk saudara-saudara kita."
Di sisi lain, sumbangan tidak hanya bergantung pada kedermawanan masyarakat. Ada kontributor lain yang cukup signifikan.
"Sebanyak 10 persen pendapatan Ancol kemarin, Rabu tanggal 31, juga akan kami sumbangkan," jelasnya. Ancol, sebagai BUMD milik Pemprov DKI, turut mengulurkan tangan. "Nantinya akan digabungkan dengan total donasi yang ada."
Soal penyaluran, Pemerintah Provinsi DKI tak mau main sendiri. Mereka akan berkolaborasi dengan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas). Menurut Pramono, mekanisme melalui Baznas ini sudah terbukti dan pernah dilakukan beberapa kali untuk memastikan bantuan tepat sasaran.
Artikel Terkait
Iran Siap Serahkan Rancangan Awal Kesepakatan Nuklir ke AS dalam 2-3 Hari
OJK Jatuhkan Denda Rp 11,05 Miliar, Termasuk untuk Influencer, atas Manipulasi Pasar Modal
Banten Catatkan Pertumbuhan Ekonomi 5,37% dan IPM 77,25 di Tahun Pertama Andra-Dimyati
Rano Karno Klaim 97% Program Kerja Tahun Pertama Pramono Anung Tuntas, Fokus 2026 pada Banjir, Macet, dan Kemiskinan