Rano Karno Klaim 97% Program Kerja Tahun Pertama Pramono Anung Tuntas, Fokus 2026 pada Banjir, Macet, dan Kemiskinan

- Jumat, 20 Februari 2026 | 21:40 WIB
Rano Karno Klaim 97% Program Kerja Tahun Pertama Pramono Anung Tuntas, Fokus 2026 pada Banjir, Macet, dan Kemiskinan

MURIANETWORK.COM - Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno, mengklaim 97% dari 40 program kerja tahun pertama kepemimpinan Gubernur Pramono Anung dan dirinya telah tuntas. Dalam acara 'Satu Tahun Membangun Jakarta Dari Bawah' di Taman Bendera Pusaka, Jakarta Selatan, Jumat (20/2/2026), Rano menguraikan bahwa fokus tahun 2026 adalah mengatasi tiga persoalan utama: banjir, kemacetan, dan kemiskinan.

Evaluasi Program dan Fokus Tahun Berjalan

Dalam pidatonya, Rano Karno mengapresiasi capaian kerja setahun terakhir, namun dengan rendah hati mengakui masih ada pekerjaan rumah yang memerlukan waktu lebih panjang. Ia menegaskan bahwa penyusunan program untuk tahun berjalan telah dilakukan dengan kesadaran penuh terhadap tantangan yang dihadapi ibu kota.

"Dari 40 program, alhamdulillah mungkin 97% selesai. Hanya ada 3 poin yang belum sempat selesai karena memang memerlukan waktu yang cukup panjang," jelas Rano. "Nah tapi, barangkali untuk diketahui oleh bapak ibu sekalian, tahun 2026 ini, ini adalah APBD kami. Di sinilah kami baru menyusun program. Kita sangat sadar, 3 masalah besar yang ada di Jakarta," lanjutnya.

Normalisasi Ciliwung Butuh Kerja Sama Warga

Persoalan banjir, menurut Rano, masih menjadi prioritas dengan upaya berkelanjutan untuk normalisasi Sungai Ciliwung. Ia menekankan bahwa keberhasilan program ini sangat bergantung pada kolaborasi dan dukungan dari masyarakat yang terdampak langsung.

"Nah untuk itu, saya berharap masyarakat Ciliwung yang terkena, kita bisa bekerjasama. Artinya, kalau kita gak bisa bekerjasama, sulit bagi kita untuk bisa menyelesaikan masalah banjir di Jakarta," ujarnya.

Strategi Atasi Macet dengan TransJabodetabek

Menyoroti kemacetan yang masih kerap terjadi pada jam sibuk, Rano menjelaskan strategi Pemprov DKI tidak lagi berfokus pada penambahan jalur, melainkan pada penguatan sistem transportasi terintegrasi. Program TransJabodetabek disebut sebagai langkah konkret untuk memperluas jangkauan dan menambah armada melalui sinergi dengan pemerintah daerah sekitar.

Editor: Novita Rachma


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar