Menjelang Natal dan Tahun Baru, harga beras di Indonesia bagian Timur masih terasa berat di kantong. Padahal, pemerintah sudah menetapkan Harga Eceran Tertinggi (HET). Kenyataannya, di lapangan, terutama di Papua, angka di label harga kerap tak sesuai harapan. Tantangan alam rupanya jadi faktor utama yang sulit dihindari.
I Gusti Ketut Astawa, Deputi Bidang Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Bapanas, mengakui hal ini. Menurutnya, medan di wilayah Timur, khususnya Papua yang masuk Zona 3 HET, memang berat.
"Zona 3 sudah ada penurunan harga, tapi masih perlu upaya lebih agar bisa mendekati HET. Soalnya, tantangan geografis di sana nyata," ujar Ketut, Minggu (28/12/2025).
Pernyataan senada datang dari Kepala Badan Reserse Kriminal Polri, Komjen Syahardiantono. Dia yang juga memimpin Satgas Pengendalian Harga Beras ini menyoroti biaya logistik yang membengkak.
"Kita paham, biaya angkut beras ke Papua bisa melonjak sampai dua kali lipat. Kontur pegunungan bikin akses transportasi sangat terbatas. Pilihan modanya nggak banyak," jelas Syahardiantono.
Namun begitu, upaya stabilisasi terus digenjot. Satgas kini faskan distribusi beras SPHP ke 32 gudang filial di wilayah Papua Raya. Targetnya jelas: masyarakat bisa dapat beras dengan harga terjangkau, sesuai patokan Zona 3 yaitu Rp 13.500 per kilogram.
Lalu, bagaimana tren harganya belakangan ini? Data Bapanas mencatat pergerakan yang menarik. Pada 20 Oktober lalu, harga beras premium nasional di Zona 1 rata-rata Rp15.248 per kg. Zona 2 ada di angka Rp16.303, sementara Zona 3 paling tinggi, Rp19.371 per kg.
Memasuki akhir Desember, tepatnya per 24 Desember 2025, tren penurunan mulai terlihat. Untuk beras premium, Zona 1 turun 2,75% ke Rp14.828 per kg. Zona 2 menyusut 1,7% jadi Rp16.025. Yang menggembirakan, Zona 3 anjlok signifikan 7,51% menjadi Rp17.916 per kg.
Penurunan juga terjadi pada beras medium. Kalau akhir Oktober harga di Zona 3 masih Rp16.500 per kg, sekarang di akhir tahun sudah turun ke Rp15.566. Di Zona 1 dan 2, harganya masing-masing menjadi Rp13.067 dan Rp13.735 per kilogram. Angka-angka ini menunjukkan progres, meski perjalanan untuk menstabilkan harga sepenuhnya di Timur masih panjang.
Artikel Terkait
Pemangku Zakat dan Wakaf Sepakati 17 Komitmen Perkuat Tata Kelola Nasional
Bapanas Siap Salurkan Bantuan Pangan ke 33,2 Juta Keluarga pada Februari-Maret 2026
TMII Ramai Pengunjung di Libur Imlek, Tawarkan Festival Pecinan dan Pertunjukan Air Mancur
Volkswagen Targetkan Potong Biaya 20% hingga 2028 Hadapi Tekanan Pasar