Teror Misterius Menghantui Influencer dan Aktivis yang Bersuara Soal Bencana Sumatra

- Rabu, 31 Desember 2025 | 20:00 WIB
Teror Misterius Menghantui Influencer dan Aktivis yang Bersuara Soal Bencana Sumatra

Suasana mencekam melanda sejumlah influencer dan aktivis. Mereka yang vokal menyuarakan keprihatinan dan fakta soal bencana di Sumatra, tiba-tiba mendapat teror dari orang tak dikenal. Bentuknya beragam, mulai dari yang mengganggu hingga benar-benar membahayakan jiwa.

Menurut sejumlah saksi, aksi teror ini terjadi dalam beberapa pekan terakhir. Modusnya punya pola yang mirip: menyerang tidak langsung, tapi lewat hal-hal yang membuat korban merasa tidak aman. Ada yang lewat dunia digital, ada pula yang merambah ke ruang privat keluarga.

Sherly Annavita, misalnya. Influencer ini mendapat kiriman telur busuk. Mobil pribadinya dicoret-coret cat pylox. Yang lebih mencemaskan, ancaman juga menyasar adik perempuannya. Rasanya seperti diawasi setiap saat.

Lain lagi dengan Virdian Aurellio Hartono. Teror yang dia alami lebih bersifat teknis. HP dan email keluarga terdekatnya diretas. Siapa pun pelakunya, jelas punya kemampuan dan niat untuk mengusik kehidupan digital korban.

DJ Donny mengalami eskalasi yang lebih serius. Rumahnya dilempar bom molotov. Sebelumnya, dia juga dikirimi bangkai ayam. Aksi ini sudah masuk kategori percobaan pembakaran dan jelas mengancam keselamatan.

Di sisi lain, aktor dan influencer Yama Carlos mendapat ancaman yang ditujukan kepada keluarganya. Selain itu, namanya dipakai untuk order fiktif di platform online taktik yang bisa merusak reputasi dan merepotkan.

Kasus Pitengz terlihat lebih spesifik. SIM card-nya dibajak. Meski terdengar sederhana, hal ini bisa membuka celah untuk kejahatan identitas dan akses ke data pribadi lainnya.

Teror tak hanya menyasar figur publik di dunia hiburan. Iqbal Damanik, seorang aktivis Greenpeace, juga merasakan hal serupa. Dia dikirimi bangkai ayam dan mendapat ancaman penculikan. Ini menunjukkan bahwa sasaran teror cukup luas, mencakup siapa saja yang bersuara.

Serangkaian kejadian ini menimbulkan pertanyaan besar. Siapa di balik semua ini? Motifnya apa? Yang jelas, iklim kebebasan berekspresi sedang diuji dengan cara-cara yang paling menakutkan. Para korban kini hidup dalam kecemasan, menunggu apa yang akan terjadi selanjutnya.

Editor: Melati Kusuma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar