Gus Yazid Buka Suara: Dana Miliaran dan Nama-Nama Jenderal di Balik Kasus BUMD

- Minggu, 28 Desember 2025 | 08:00 WIB
Gus Yazid Buka Suara: Dana Miliaran dan Nama-Nama Jenderal di Balik Kasus BUMD

KONON… Ada satu alasan yang kerap disebut-sebut, mengapa di masa Orde Baru pejabat lebih memilih bermitra dengan pengusaha Tionghoa untuk urusan-urusan gelap. Katanya, kalau sudah ketahuan, mereka cenderung menghadapi sendiri. Tak akan menarik-narik yang lain ke dalam masalah. Dengan begitu, “rekan kerjanya” tetap aman.

Lain halnya dengan kalangan pribumi. Prinsip mereka beda.

“Berat sama dipikul, ringan sama dijinjing.”

Maksudnya, masalah seberat apa pun akan terasa lebih enteng kalau dihadapi bersama. Ada teman seperjuangan, begitu kira-kira. Atau pepatah lain, “Tangan mencencang, bahu memikul.” Artinya, tanggung jawab itu dibagi. Suka dan duka dijalani bareng-bareng.

Nah, semangat kebersamaan yang mengakar ini rupanya dianggap kurang cocok untuk misi-misi yang butuh kerahasiaan tinggi. Apalagi untuk permufakatan jahat yang mengharuskan setiap orang tutup mulut rapat-rapat.


Jadi Tersangka, Gus Yazid Sebut-Sebut Nama Jenderal

Gus Yazid resmi berstatus tersangka. Kejaksaan Tinggi Jawa Tengah menetapkannya sebagai tersangka dugaan Tindak Pidana Pencucian Uang, yang ternyata berkait kelindan dengan kasus korupsi di BUMD PT Cilacap Segara Artha. Kerugian negara dari kasus BUMD itu sendiri sebelumnya diduga mencapai Rp 237 miliar.

Pria yang dikenal sebagai pengasuh Ponpes Ar-Rahman Basyaiban ini diduga menerima aliran dana tak kurang dari Rp 20 miliar. Uang itu diduga kuat terkait pembelian lahan oleh BUMD.

Tapi yang bikin heboh justru pengakuannya. Dalam sejumlah kesempatan, termasuk lewat video yang kini beredar, Gus Yazid menyebut-nyebut nama sejumlah perwira tinggi TNI. Dari panglima hingga jenderal di bawahnya.

Dia mengaku pertama kali menerima uang sebesar Rp 2 miliar dari Letnan Jenderal TNI Widi Prasetijono, yang saat itu masih menjabat Pangdam IV/Diponegoro. Setelah itu, ada enam kali penerimaan lagi yang totalnya mencapai Rp 18 miliar.

Tak berhenti di situ. Gus Yazid juga mengungkap penerimaan uang tunai dari Novita, yang disebut-sebut sebagai istri Letjen Widi. Nominalnya bervariasi, antara Rp 1 hingga 2 miliar setiap kali penyerahan.

Setelah menjalani pemeriksaan panjang di Kejati Jateng pada Rabu, 24 Desember 2025, pria itu akhirnya keluar dengan mengenakan rompi tahanan. Langsung dibawa ke Lapas Kedungpane, Semarang, untuk mendekam.

Video-video pernyataannya sebelum ditahan pun ramai beredar, memperlihatkan pengakuan yang blak-blakan itu.

Editor: Handoko Prasetyo

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar