Kasus pembunuhan mahasiswi Universitas Lambung Mangkurat (ULM) di Banjarmasin akhirnya mulai menemui titik terang. Korban, seorang perempuan berinisial ZD, ditemukan tewas di area kampus STIHSA. Yang mengejutkan, pelakunya berhasil diamankan polisi dalam waktu kurang dari sehari.
Bukan orang sembarangan. Tersangka berinisial MS ternyata seorang anggota Polri yang bertugas di Polres Banjarbaru, Kalimantan Selatan. Ia dibekuk oleh gabungan tim dari Satreskrim Banjarmasin, Ditreskrimum, dan Propam.
Kabid Humas Polda Kalsel, Kombes Adam Erwindi, membeberkan fakta itu dalam jumpa pers di Polresta Banjarmasin, Jumat lalu. Motifnya, kata dia, berakar dari persoalan asmara yang rumit.
Menurutnya, motif cinta segitiga ini terungkap dari pemeriksaan intensif setelah MS ditangkap pada Rabu malam, 24 Desember. Padahal, pembunuhannya sendiri terjadi lebih awal, di dini hari yang sama.
Kronologinya dimulai pada malam 23 Desember. Sekitar pukul delapan malam, ZD dan MS konon janjian bertemu di suatu perempatan di Kabupaten Banjar. ZD datang naik motor Vario, sementara MS menyetir mobil Rush merah. Setelah memarkir motornya di sebuah supermarket, ZD lalu masuk ke mobil MS.
Mereka sempat berputar-putar. Awalnya menuju Bukit Batu, Banjar. Tapi, telepon berulang dari calon istri MS memaksa mereka mampir sebentar ke sebuah rumah sekitar pukul 11 malam.
Artikel Terkait
Presiden Prabowo Mulai Kunjungan Negara ke Jepang, Temui Kaisar dan PM
Antrean Panjang dan Stok Habis, Warga Bone Kesulitan Dapat BBM Subsidi
KPK Siapkan Empat Program Kampanye Antikorupsi Hingga 2026
Kepatuhan LHKPN Capai 87,83%, Legislatif Tertinggal Jauh di 55,14%