Lalu apa yang mereka mau? Hamas menekankan, mendirikan negara Palestina yang merdeka dengan Yerusalem sebagai ibu kota plus hak pulang bagi pengungsi bukanlah mimpi belaka. Itu hak yang dijamin konvensi internasional dan sejarah.
Narasi itu dibagi dalam delapan bab. Awalnya mengupas motif di balik serangan 7 Oktober. Bab kedua, yang diberi judul agak megah "Hari Penyeberangan yang Mulia", memaparkan versi Hamas tentang peristiwa hari itu. Bab-bab selanjutnya berisi seruan untuk penyelidikan, gambaran tentang perang di Gaza, hingga bahasan soal upaya menghentikan agresi Israel dan rencana Trump. Tak ketinggalan, ada bab yang menyoroti "pencapaian" operasi tersebut dan alasan mengapa Hamas merasa tak bisa diisolasi.
Rilis dokumen ini terjadi di tengah situasi yang masih panas. Gencatan senjata kerap dilanggar, perdebatan tentang masa depan senjata perlawanan terus bergulir, dan peran Hamas di peta politik Palestina masih jadi bahan perbincangan serius.
Dokumen lengkapnya bisa diunduh langsung: OurNarrative.pdf.
Artikel Terkait
Longsor Rusak Parah Jalan di Barru, Warga dan Akademisi Desak Perbaikan Segera
Veda Ega Pratama Lolos Langsung ke Q2 Moto3 GP Amerika
Vinicius dan Camavinga Santai Berbincang Usai Prancis Kalahkan Brasil
Macet Parah Landa Tanjung Bunga Imbas Pensi Smansa 2026 yang Dihadiri Ribuan Penonton