Memang sih, ada yang janggal dari ijazah sarjananya. Hellyana lulusan Universitas Azzahra. Kampus ini konon dibekukan operasinya sejak Mei 2024 lalu. Artinya, saat ini statusnya sudah tak aktif.
Universitas Azzahra sendiri didirikan Fadel Muhammad tahun 1997. Mulai beroperasi dua tahun setelahnya. Dulu, namanya cukup mentereng. Tokoh seperti Baharuddin Lopa dan Tarmizi Taher pernah memimpin kampus ini. Entah di titik mana persoalan mulai muncul.
Makanya Hellyana merasa dirinya korban. Ia merasa sudah kuliah dengan benar, memenuhi semua kewajiban. Kalau ternyata almamaternya bermasalah di kemudian hari, ya mau gimana lagi?
Ini seperti main biliar. Bola yang dibidik satu, yang masuk malah bola lain. Seharusnya urusan verifikasi ijazah, baik milik Hellyana maupun pejabat lain, bisa berjalan lancar. Tapi kenyataannya? Setiap urusan yang menyangkut nama Jokowi selalu berbelit. Apalagi soal hukum.
Di sisi lain, fenomena kampus 'abal-abal' dulu memang marak. Tumbuh seperti jamur di musim hujan. Motifnya beragam, dari sekadar naik pangkat sampai buat gengsi. Intinya, dapat ijazah tanpa perlu proses belajar yang sesungguhnya.
Tentu saja Azzahra beda dengan kampus seperti UGM. Kualitasnya jelas tak sebanding. Tapi anehnya, justru UGM yang prestisius itu dulu tak bisa memberi kepastian soal kelulusan seorang Jokowi. Simpang siurnya kelewat jauh, seolah tanpa ujung pangkal.
Penulis: Erizal
Artikel Terkait
Italia Kalahkan Irlandia Utara, Lolos ke Final Playoff Piala Dunia 2026
Harga Emas Antam Anjlok Rp40.000 per Gram, Sentuh Rp2,81 Juta
Prancis Tundukkan Brasil 2-1 Meski Bertahan dengan 10 Pemain
Iran Terbitkan Daftar Putih Negara yang Dijamin Aman Lewati Selat Hormuz