Lari 10 Ribu Pasang Kaki di Borobudur, Kumpulkan Miliaran Rupiah untuk Korban Bencana

- Senin, 22 Desember 2025 | 23:00 WIB
Lari 10 Ribu Pasang Kaki di Borobudur, Kumpulkan Miliaran Rupiah untuk Korban Bencana

Ribuan sepatu lari menginjakkan debu di kawasan Candi Borobudur pagi itu, Minggu (21/12). Mereka bukan sekadar pelari biasa, melainkan bagian dari 10 ribu "simpul solidaritas" yang berkumpul dalam acara Run For Solidarity. Event ini jadi puncak peringatan Hari Kesetiakawanan Sosial Nasional tahun 2025, tapi lebih dari itu, ia adalah gerakan nyata untuk korban banjir dan longsor di sejumlah wilayah Sumatra.

Bayangkan saja, ada yang memilih rute 10K, ada yang 5K, dan tak sedikit keluarga dengan anak-anak memilih jarak 3 kilometer. Suasana riuh rendah, penuh semangat. Yang menarik, di sepanjang jalur dan titik tertentu, peserta bisa langsung menyumbang dengan memindai barcode yang terhubung ke platform Kitabisa. Olahraga sekaligus berbagi, semuanya berpadu dalam satu pagi.

Kolaborasinya sendiri cukup luas. Kitabisa menggandeng Kementerian Sosial, ditambah sejumlah lembaga filantropi, pelaku usaha, dan tentu saja masyarakat umum. Menurut sejumlah saksi, semangat gotong royong itu benar-benar terasa di lapangan.

Wakil Menteri Sosial, Agus Jabo Priyono, hadir mewakili Mensos Gus Ipul yang sedang bertugas menyalurkan bantuan langsung ke Sumatera Utara. Dalam sambutannya, ia tak henti-hentinya mengapresiasi kekuatan kolaborasi ini.

"Untuk itu, saya atas nama Kementerian Sosial mengucapkan terima kasih dan hormat setinggi-tingginya kepada filantropi, CSR dunia usaha, serta seluruh pihak yang telah mendukung dan terlibat aktif dalam gerakan kemanusiaan ini," ujar Agus Jabo.

Baginya, rangkaian HKSN 2025 ini adalah bukti konkret kesetiakawanan sosial. Dukungan yang terkumpul diharapkan bisa mempercepat pemulihan, baik secara sosial maupun ekonomi, bagi mereka yang terdampak.

"Kita berharap situasi segera pulih dan kehidupan masyarakat bisa kembali normal," tambahnya.

Lalu, seberapa besar dampak dari gelaran ini? Angkanya cukup mencengangkan. Hingga hari H acara, donasi publik yang terkumpul via Kitabisa sudah menembus Rp371 juta lebih. Ditambah kontribusi dari komunitas Orang Baik di platform yang sama sebesar Rp400 juta, total sementara jadi Rp771,4 juta. Dan ini masih bisa bertambah sampai penggalangan dana resmi ditutup tanggal 25 Desember nanti.

Namun begitu, dukungan tak cuma datang dari publik. Filantropi dan dunia usaha juga menggelontorkan kontribusi yang jauh lebih besar, mencapai angka fantastis: hampir Rp247 miliar. Salah satu yang menonjol adalah UNIQLO. Perusahaan ritel itu tak hanya memberi donasi tunai Rp1,1 miliar, tapi juga mengirimkan puluhan ribu potong pakaian serta snack box untuk korban bencana.

Pada akhirnya, Run For Solidarity lebih dari sekadar lari. Ia berhasil menjadi ruang partisipasi yang hidup, tempat berbagai elemen bangsa bertemu. Di sana, kepedulian tak hanya diucapkan, tapi diwujudkan dengan langkah konkret. Gotong royong dan solidaritas nilai-nilai yang sering kita dengar ternyata masih sangat hidup dan mampu menyatukan ribuan orang untuk satu tujuan kemanusiaan.

Editor: Novita Rachma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar