"Dia sudah di kursi roda, mungkin dia merasa akan dipanggil Tuhan. Dia mengatakan: 'Prabowo, kalau suatu saat kamu berada dalam keadaan bingung dan ragu-ragu, ingat, selalu berpihak kepada rakyatmu.' Itu pesan beliau, dan itu saya pegang," kenang Prabowo, menyampaikan kutipan itu dengan khidmat.
Dari pesan itulah, ia kemudian menegaskan kembali filosofi kepemimpinannya. Fokus utama, menurutnya, haruslah pada rakyat kecil yang paling membutuhkan perlindungan dan pemberdayaan.
"Kalau orang yang kuat, dia sudah kuat, dia tahan banting," ujarnya. "Tapi yang paling lemah ini yang harus kita bela. Yang harus kita berdayakan. Kalau yang paling lemah ini berdaya, dia akan hidupkan seluruh ekonomi."
Pidato yang berlangsung di tengah terik matahari itu pun diakhiri dengan tepuk tangan riuh dari para undangan. Sebuah momen dimana seorang pemimpin dengan sengaja menolak kultus individu, dan mengingatkan semua tentang kepada siapa seharusnya loyalitas itu dibangun.
Artikel Terkait
Peta Jalan AI Indonesia 2026-2029 Resmi Dikebut, Dukung Program Makan Bergizi Gratis hingga Perangi Hoaks
Kritik Khozinudin ke MUI: Dukung Dewan Perdamaian Trump, Legitimasi Kezaliman Israel?
Pramono Anung Larang Atap Seng untuk Rumah Baru di Jakarta
Pemerintah Pacu Pembentukan Badan Pengawas Data Pribadi, Targetkan Perpres 2026