"Dia sudah di kursi roda, mungkin dia merasa akan dipanggil Tuhan. Dia mengatakan: 'Prabowo, kalau suatu saat kamu berada dalam keadaan bingung dan ragu-ragu, ingat, selalu berpihak kepada rakyatmu.' Itu pesan beliau, dan itu saya pegang," kenang Prabowo, menyampaikan kutipan itu dengan khidmat.
Dari pesan itulah, ia kemudian menegaskan kembali filosofi kepemimpinannya. Fokus utama, menurutnya, haruslah pada rakyat kecil yang paling membutuhkan perlindungan dan pemberdayaan.
"Kalau orang yang kuat, dia sudah kuat, dia tahan banting," ujarnya. "Tapi yang paling lemah ini yang harus kita bela. Yang harus kita berdayakan. Kalau yang paling lemah ini berdaya, dia akan hidupkan seluruh ekonomi."
Pidato yang berlangsung di tengah terik matahari itu pun diakhiri dengan tepuk tangan riuh dari para undangan. Sebuah momen dimana seorang pemimpin dengan sengaja menolak kultus individu, dan mengingatkan semua tentang kepada siapa seharusnya loyalitas itu dibangun.
Artikel Terkait
BPKH Akui Dana Kelolaan Haji 2025 Menyusut Rp 3,33 Triliun
DI Pandjaitan Tergenang 50 Cm, Lalu Lintas Cawang-Kebon Nanas Lumpuh
Gus Baha: Adu Agama Boleh, Asal yang Diadu Agamanya, Bukan Orangnya
Amblesnya Kamar Mandi di Bantaran Sungai, Seorang Ibu Terseret Arus dan Masih Hilang