"Dia sudah di kursi roda, mungkin dia merasa akan dipanggil Tuhan. Dia mengatakan: 'Prabowo, kalau suatu saat kamu berada dalam keadaan bingung dan ragu-ragu, ingat, selalu berpihak kepada rakyatmu.' Itu pesan beliau, dan itu saya pegang," kenang Prabowo, menyampaikan kutipan itu dengan khidmat.
Dari pesan itulah, ia kemudian menegaskan kembali filosofi kepemimpinannya. Fokus utama, menurutnya, haruslah pada rakyat kecil yang paling membutuhkan perlindungan dan pemberdayaan.
"Kalau orang yang kuat, dia sudah kuat, dia tahan banting," ujarnya. "Tapi yang paling lemah ini yang harus kita bela. Yang harus kita berdayakan. Kalau yang paling lemah ini berdaya, dia akan hidupkan seluruh ekonomi."
Pidato yang berlangsung di tengah terik matahari itu pun diakhiri dengan tepuk tangan riuh dari para undangan. Sebuah momen dimana seorang pemimpin dengan sengaja menolak kultus individu, dan mengingatkan semua tentang kepada siapa seharusnya loyalitas itu dibangun.
Artikel Terkait
Hiu Penjemur Raksasa Muncul di Perairan Dekat Pelabuhan Makassar
Parang Berdarah di Pangkep, Kerabat Bertengkar Usai Minum Ballo
Polisi Hentikan Avanza Modifikasi Angkut 12 Penumpang Plus Motor di Atap Saat Mudik
Tiga Mayjen Ditunjuk Pimpin Kodam dalam Mutasi TNI Maret 2026