Misteri 22 Luka Tusuk di Rumah Kosong: Bocah 9 Tahun Tewas di Cilegon

- Sabtu, 20 Desember 2025 | 14:54 WIB
Misteri 22 Luka Tusuk di Rumah Kosong: Bocah 9 Tahun Tewas di Cilegon

Suasana di Kompleks BBS 3, Cilegon, mendadak mencekam Selasa lalu. Muhammad Axle Harman Miller, baru sembilan tahun usianya, ditemukan tewas mengenaskan di dalam rumah keluarganya sendiri. Bocah itu terbujang tak bernyawa di rumah berpilar itu, di kawasan Ciwaduk.

Kabar duka ini pertama kali datang dari telepon panik. Sekitar pukul dua lebih siang, ayah Axle, Maman Suherman, mendapat panggilan mendesak dari anak keduanya yang berusia 11 tahun. Suara di seberang telepon terdengar ketakutan, meminta tolong. Tanpa pikir panjang, Maman yang sedang bekerja di Ciwandan langsung melaju pulang. Jarak sepuluh kilometer itu ditempuhnya dengan hati berdebar.

Pemandangan mengerikan menyambutnya. Begitu pintu terbuka, ia melihat anak bungsunya tengkurap tak bergerak. Tubuh mungil Axle sudah berlumuran darah. "Korban kemudian segera dibawa ke Rumah Sakit Bethsaida Kota Cilegon menggunakan kendaraan pribadi bersama saksi," jelas Kapolsek Cilegon Kota, Kompol Firman Hamid.

Namun, usaha itu sudah terlambat. Tim medis hanya bisa memastikan Axle telah meninggal dunia. Luka-luka di tubuhnya parah, diduga akibat tusukan benda tajam.

Belakangan, keterangan dari polisi semakin memperjelas kekejaman ini. Kasi Humas Polres Cilegon, AKP Sigit Dermawan, menyebut ada 22 luka di tubuh korban. "22 luka. Di leher ada, di sekujur tubuh ada," katanya pada Jumat (19/12). Rinciannya, 19 adalah luka tusuk senjata tajam, dan tiga lainnya luka memar. Hingga kini, senjata yang digunakan pelaku masih hilang, belum ditemukan.

Yang jadi pertanyaan, bagaimana ini bisa terjadi? Rumah itu sepi saat kejadian. Menurut Kapolsek Firman, yang menyampaikan penjelasan Kapolres, tidak ada orang dewasa yang menjaga. Petugas keamanan dan asisten rumah tangga sedang izin. Orang tuanya pun sedang keluar. CCTV rumah sendiri diduga rusak, sehingga polisi mengandalkan rekaman dari kamera di sekitar lokasi.

Di sisi lain, kondisi keluarga korban mulai terungkap. Axle adalah anak bungsu dari tiga bersaudara. Ayahnya, Maman Suherman, bukan orang sembarangan. Ia tercatat sebagai Anggota Dewan Pakar PKS Kota Cilegon dan memiliki perusahaan alat industri. Sang ibu bekerja sebagai karyawati di sebuah kantor. Kesibukan mereka rupanya sering membuat rumah lengang.

"Kedua orang tua Axle sehari-harinya sibuk sehingga biasanya jarang di rumah," ujar Ketua RT setempat, Istianto, mengonfirmasi suasana rumah itu.

Polisi sendiri masih menyelidiki motif di balik pembunuhan keji ini. Kasatreskrim Polres Cilegon, AKP Yogatama, mengatakan sudah memeriksa setidaknya delapan orang saksi. Mereka juga menunggu hasil autopsi untuk memastikan penyebab kematian.

Namun begitu, ada satu hal yang menarik. Tampaknya ini bukan perampokan. Polisi menyebut tidak ada indikasi penjarahan di TKP. Ruangan tidak berantakan, tidak ada barang rusak. Bahkan, lima buah handphone masih tergeletak di dalam rumah, tak tersentuh. Fakta ini tentu menambah misteri dan mendorong penyelidik untuk melihat sudut pandang lain.

Kini, yang tersisa adalah duka mendalam bagi keluarga dan tanda tanya besar bagi warga. Siapa yang tega menghabisi nyawa bocah tak bersalah di rumahnya sendiri?

Editor: Raditya Aulia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar