Di sisi lain, kondisi keluarga korban mulai terungkap. Axle adalah anak bungsu dari tiga bersaudara. Ayahnya, Maman Suherman, bukan orang sembarangan. Ia tercatat sebagai Anggota Dewan Pakar PKS Kota Cilegon dan memiliki perusahaan alat industri. Sang ibu bekerja sebagai karyawati di sebuah kantor. Kesibukan mereka rupanya sering membuat rumah lengang.
"Kedua orang tua Axle sehari-harinya sibuk sehingga biasanya jarang di rumah," ujar Ketua RT setempat, Istianto, mengonfirmasi suasana rumah itu.
Polisi sendiri masih menyelidiki motif di balik pembunuhan keji ini. Kasatreskrim Polres Cilegon, AKP Yogatama, mengatakan sudah memeriksa setidaknya delapan orang saksi. Mereka juga menunggu hasil autopsi untuk memastikan penyebab kematian.
Namun begitu, ada satu hal yang menarik. Tampaknya ini bukan perampokan. Polisi menyebut tidak ada indikasi penjarahan di TKP. Ruangan tidak berantakan, tidak ada barang rusak. Bahkan, lima buah handphone masih tergeletak di dalam rumah, tak tersentuh. Fakta ini tentu menambah misteri dan mendorong penyelidik untuk melihat sudut pandang lain.
Kini, yang tersisa adalah duka mendalam bagi keluarga dan tanda tanya besar bagi warga. Siapa yang tega menghabisi nyawa bocah tak bersalah di rumahnya sendiri?
Artikel Terkait
Mendagri Tito Karnavian Langsung Sambangi Rumah Duka Istri Hoegeng
CBA Soroti Dugaan Pemborosan Rp 338 Miliar untuk Dukungan Teknis Oracle
Gaza Kehilangan Sepersepuluh Penduduknya dalam Gelombang Agresi Israel
Mendagri Tinjau Huntara Aceh Tamiang, Tegaskan Pemulihan Tak Cukup dari Bantuan Sembako