JK Soroti Tumpukan Kayu di Sungai sebagai Biang Kerusakan Banjir Padang

- Sabtu, 20 Desember 2025 | 14:06 WIB
JK Soroti Tumpukan Kayu di Sungai sebagai Biang Kerusakan Banjir Padang

Sabtu (20/12) lalu, Jusuf Kalla tampak berdiri di tengah lumpur dan sisa-sisa kerusakan di Kelurahan Koto, Kota Padang. Mantan Wakil Presiden yang kini menjabat Ketua Umum PMI itu datang langsung untuk meninjau dampak banjir yang melanda wilayah Kecamatan Pauh itu. Situasinya memang memprihatinkan.

Dari pantauannya, JK menilai penanganan darurat harus segera dilakukan. Tapi, ada satu hal yang menurutnya tak bisa diabaikan: tumpukan kayu di sungai. Rupanya, kayu-kayu itulah yang memperparah kerusakan saat banjir menerjang.

"Banjir ini menimbulkan kerusakan yang cukup besar," ujarnya di lokasi.

Ia lantas menjelaskan, "Salah satu penyebabnya adalah banyaknya kayu yang masuk ke sungai akibat perubahan lingkungan di bagian atas. Ini harus segera diselesaikan, terutama pada tahap ini, bulan ini dan bulan depan."

Bagi JK, persoalannya tak cuma soal hujan deras. Perubahan lingkungan di hulu diduga jadi pemicu utama. Banyak kayu terbawa arus dan akhirnya menyumbat aliran sungai, membuat air meluap tak terkendali. Nah, soal kayu-kayu itu, penanganannya harus sistematis. Jangan ditunda-tunda.

"Solusinya jelas, kayu-kayu ini harus dipotong dan diangkut," tegasnya.

Ia punya pandangan praktis. "Yang bisa dimanfaatkan, manfaatkan. Yang tidak bisa, buang di tempat tertentu."

Menurutnya, kayu hasil bersih-bersih itu sebenarnya punya nilai. Bisa diolah jadi bahan bangunan untuk perumahan warga, atau dibuat menjadi mebel dan kursi. Intinya, selama masih layak, harus dimanfaatkan semaksimal mungkin. "Tidak semuanya dibuang, agar masyarakat tidak semakin kesulitan," jelas JK.

Di sisi lain, ia mengingatkan semua pihak. Kerja sama antara pemda, masyarakat, dan elemen terkait lainnya mutlak diperlukan. Penanganan pasca banjir harus cepat dan efektif. Lebih dari itu, momentum ini harus jadi pelajaran untuk memperbaiki tata kelola lingkungan ke depannya. Agar kejadian serupa tak terulang lagi.

Editor: Redaksi MuriaNetwork

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar