"Solusinya jelas, kayu-kayu ini harus dipotong dan diangkut," tegasnya.
Ia punya pandangan praktis. "Yang bisa dimanfaatkan, manfaatkan. Yang tidak bisa, buang di tempat tertentu."
Menurutnya, kayu hasil bersih-bersih itu sebenarnya punya nilai. Bisa diolah jadi bahan bangunan untuk perumahan warga, atau dibuat menjadi mebel dan kursi. Intinya, selama masih layak, harus dimanfaatkan semaksimal mungkin. "Tidak semuanya dibuang, agar masyarakat tidak semakin kesulitan," jelas JK.
Di sisi lain, ia mengingatkan semua pihak. Kerja sama antara pemda, masyarakat, dan elemen terkait lainnya mutlak diperlukan. Penanganan pasca banjir harus cepat dan efektif. Lebih dari itu, momentum ini harus jadi pelajaran untuk memperbaiki tata kelola lingkungan ke depannya. Agar kejadian serupa tak terulang lagi.
Artikel Terkait
Megawati Soroti Kekuatan Empati Perempuan di Forum Global Abu Dhabi
Buku dan Pensil yang Tak Terbeli, Nyawa Bocah Ngada yang Tak Terselamatkan
Prabowo Undang Eks Menlu, Bahas Board of Peace hingga Palestina
Adies Kadir Siap Duduki Kursi MK, Gantikan Arief Hidayat