Menyelami "The Unclouded Soul": Lebih dari Sekadar Pertarungan Manusia vs Iblis
Kalau bicara drama fantasi Tiongkok, konflik abadi antara manusia dan iblis memang jadi bahan klasik. Tapi The Unclouded Soul rupanya mencoba mengolahnya dengan cara berbeda. Alih-alih fokus pada pertumpahan darah, serial ini justru menggali lebih dalam soal hasrat dan kemurnian hati. Konon, semua bermula dari sebuah sumber air ilahi bernama Jade Wine Divine Spring.
Ya, sumber air itulah biang keroknya. Selama ratusan tahun, kedua ras itu bertikai mati-matian untuk memperebutkannya. Bukan cuma karena kekuatannya, tapi lebih karena apa yang diwakilinya: ambisi terdalam setiap makhluk. Perebutan ini menciptakan lingkaran konflik yang seolah tak ada ujungnya, melibatkan berbagai pihak dari dua dunia yang berbeda.
Nah, di tengah pusaran ambisi itu, muncullah seorang gadis bernama Xiao Yao. Karakternya bebas, mudah beradaptasi, dan yang paling mencolok nyaris tanpa ambisi duniawi. Hidupnya berubah total saat ia terdampar di Lembah Sepuluh Ribu Iblis. Kehadirannya yang tak terduga itu ibarat batu yang dilempar ke air tenang, mengguncang tatanan dunia iblis yang selama ini kaku dan penuh aturan.
Di sisi lain, ada Hong Ye. Dia adalah Raja Sepuluh Ribu Iblis, sosok yang dihormati sekaligus ditakuti. Setelah mengalami banyak hal dalam hidupnya, Hong Ye lahir kembali dengan satu misi: melindungi lembahnya. Dia punya pemahaman yang cukup unik. Baginya, Jade Wine Divine Spring itu cuma simbol belaka, cerminan dari ribuan keinginan yang justru menjerat hidup.
Artikel Terkait
Epstein Files Bocor Lagi: Ada Nama Indonesia, Tapi Bukan Tersangka
Truk Pasir Terguling di Bandung, Diduga Sopir Kantuk Saat Berkendara
Bus Transjakarta Dihalangi Demi Iring-Iringan, Alvin Lie Ingatkan Bom Waktu Amarah Rakyat
Surat Terakhir Bocah 10 Tahun di Pohon Cengkeh: Emoji Menangis dan Permintaan Buku yang Tak Sampai