Bayangkan saja, sebagian besar pengantin yang hadir adalah mereka yang kehilangan segalanya. Ada yang rumahnya rata dengan tanah, ada pula yang ditinggal pergi orang-orang tercinta selama peperangan. Namun begitu, di hari itu, mereka memilih untuk merayakan kehidupan.
Ini bukan peristiwa satu-satunya, sebenarnya. Baru beberapa pekan sebelumnya, tepatnya 2 Desember 2025, Khan Younis juga menjadi saksi pernikahan massal serupa untuk 54 pasangan. Sebuah pola yang menunjukkan semangat untuk terus hidup tak pernah padam.
Momen-momen seperti ini, meski singkat, adalah penawar luka. Mereka mengingatkan kita bahwa di balik berita-berita duka, manusia di Gaza tetap berjuang untuk hal-hal yang paling manusiawi: mencintai, berkeluarga, dan berharap.
Artikel Terkait
Gunung Gede Pangrango Ditutup Total, Pendakian Baru Dibuka 2026
Cuaca Ekstrem Paksa Pendakian Gunung Gede Pangrango Ditutup Sementara
Pidato Prabowo di Sentul Bikin Warganet Geleng-geleng
Satir Tere Liye Disalahartikan, Netizen: Mereka Tak Paham atau Kebanyakan MBG?