Di tengah sorotan publik terhadap penanganan bencana di Sumatera, Sekretaris Kabinet Letkol Teddy Indra Wijaya akhirnya angkat bicara. Ia tak menampik ada kritik yang berembus, namun menegaskan satu hal: sejak awal, semua pihak sudah bekerja keras. Kerja itu dilakukan maksimal untuk mempercepat pemulihan di wilayah-wilayah yang porak-poranda.
Menurut Teddy, situasi seperti ini membutuhkan kearifan dalam bersikap. Ia mengingatkan agar pernyataan-pernyataan publik disampaikan dengan bijak. Tujuannya jelas, agar tidak memunculkan persepsi yang salah di tengah upaya luar biasa para petugas di lapangan.
“Jadi, kalau ada di antara Saudara-Saudara yang dianugerahkan Tuhan, punya pengaruh, entah itu kecil atau besar, dan punya kemampuan untuk berbicara panjang lebar, gunakanlah dengan bijak. Bukan sebaliknya, memperumit,”
Ucapnya dalam konferensi pers di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Jumat lalu. Suaranya terdengar tegas.
Ia memastikan, perjuangan itu sudah dimulai sejak detik pertama bencana terjadi. Yang menarik, Teddy menyebut banyak dari upaya tersebut justru dilakukan secara senyap. Tanpa sorotan kamera, jauh dari hiruk-pikuk pemberitaan. Semata untuk memastikan keselamatan warga dan pemulihan segera terwujud.
“Saya mau sampaikan begini. Jadi, saya pastikan kami, semua yang di sini, kita semua, termasuk anda, rekan-rekan pers, semua orang-orang yang ada di lokasi bencana sekarang, semua petugas, TNI, Polri, BNPB, Basarnas, petugas PLN, petugas Pertamina, para sopir truk, dokter, tim medis, pilot-pilot heli, kru, pesawat, relawan, banyak sekali relawan, dan organisasi-organisasi lain, dan tentunya bersama-sama warga ini, seluruhnya berjuang keras. Semuanya,”
Penegasannya panjang, seolah ingin memastikan tak satu pun pihak yang terlupakan.
Di sisi lain, ia secara khusus menyoroti mereka yang bekerja dalam diam. Para petugas yang tak pernah mencari publikasi, bahkan mereka yang gugur dalam tugas. Itu semua, kata Teddy, adalah bentuk pengabdian negara pada rakyat. Dan sudah selayaknya dihargai.
Nada ajakan kemudian lebih kuat terdengar. Teddy mengajak semua elemen untuk benar-benar berkontribusi. Caranya? Dengan memberi masukan yang membangun di lapangan, bukan malah menambah beban kerja yang sudah begitu berat.
“Di sini semua butuh kerja sama, kekompakan, energi positif. Banyak kok yang datang betul-betul niat bantu. Sampaikan ke petugas, di sana kurang, di sini kurang. Ayo kita sama-sama, Pak. Saya ada ini. Kalau niat bantu, ayo sama-sama,”
Pesan terakhirnya sederhana namun tegas: bantuan nyata lebih dibutuhkan daripada sekadar komentar.
Artikel Terkait
Polisi Bekuk Komplotan Pembobol Rumah Lintas Provinsi, Incar Rumah Kosong dengan Ciri Lampu Teras Menyala
Garuda Muda Kalahkan China 1-0 di Laga Perdana Piala Asia U-17 2026
Arsenal Vs Atletico Madrid: Laga Penentuan Tiket Final Liga Champions di Emirates
Paus Sperma 15 Meter Terdampar Mati di Pantai Jembrana Bali