WASHINGTON Di tengah hiruk-pikuk ketegangan terkait Greenland, Presiden AS Donald Trump kembali membuat pernyataan yang mengejutkan. Kali ini, ia menyoroti perannya dalam aliansi NATO. Menurut Trump, pakta pertahanan transatlantik itu mungkin tak akan bertahan sampai sekarang tanpa kontribusinya. Klaim itu ia sampaikan dengan nada penuh keyakinan.
“Saya sudah berbuat lebih banyak untuk NATO daripada siapa pun,” ujarnya, tanpa menyebut rincian lebih lanjut.
Latar belakang pernyataan ini tak bisa dipisahkan dari rencana kontroversialnya untuk membeli Greenland dari Denmark. Nah, masalahnya, AS dan Denmark sama-sama anggota NATO. Rencana Trump itu justru mendapat tentangan dari mayoritas sekutunya di aliansi tersebut. Bahkan, sejumlah negara NATO dikabarkan telah dan akan mengirimkan pasukan ke perairan Greenland sebuah langkah yang jelas memperkuat posisi Denmark.
Di sisi lain, Trump tampaknya tidak terlalu khawatir dengan reaksi itu. Ia meyakini rencananya untuk merebut Greenland tidak akan menemui perlawanan yang serius. Meski begitu, ia enggan menjelaskan lebih detail soal bentuk “perlawanan” yang ia maksud.
Logikanya sederhana: menurut sang Presiden, para pemimpin Eropa saat ini tidak akan banyak membantah. Alasannya? Amerika Serikat sangat membutuhkan Greenland. Titik.
Jadi, situasinya jadi rumit. Di satu sisi, Trump merasa NATO berutang budi padanya. Di sisi lain, ia justru bersitegang dengan sekutu-sekutu terdekatnya di organisasi yang sama. Bagaimana ini akan berakhir? Hanya waktu yang bisa menjawab.
Artikel Terkait
BMKG Catat Tsunami Terjang Sembilan Wilayah Usai Gempa M 7,7 di Filipina, Tertinggi 0,75 Meter
Pantai Apparalang Dikelola Tanpa Izin, Kadispar Bulukumba Sebut Retribusi Masuk Kategori Pungli
Pertagas Tangani Kebocoran Pipa Gas di Babelan Kurang dari Dua Jam
Pipa Gas Pertagas Bocor di Babelan, Diduga Akibat Proyek Pemasangan Pipa BBM