Sebuah aksi penembakan di kompleks masjid di San Diego, California, Amerika Serikat, merenggut nyawa tiga warga sipil. Peristiwa tragis itu langsung memicu kecaman keras dari Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU).
Ketua PBNU Bidang Keagamaan, Ahmad Fahrur Rozi, yang akrab disapa Gus Fahrur, menyampaikan sikap resmi organisasi kepada wartawan pada Rabu (20/5/2026). “Kita mengutuk keras penembakan di kompleks masjid di San Diego yang menewaskan sejumlah warga sipil,” ujarnya.
Menurut Gus Fahrur, tempat ibadah semestinya menjadi ruang yang aman bagi semua pemeluk agama, bukan justru menjadi sasaran kebencian dan kekerasan. Ia menegaskan bahwa insiden ini merupakan bukti nyata bahwa Islamofobia masih eksis di tengah masyarakat.
“Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa Islamofobia dan ekstremisme berbasis kebencian masih ada dan nyata. Ini harus dilawan bersama melalui penegakan hukum, pendidikan toleransi, serta penguatan dialog antaragama,” jelasnya.
Di sisi lain, Gus Fahrur juga menyampaikan doa bagi para korban agar mendapat tempat terbaik di sisi Tuhan. Ia berharap keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan. Lebih jauh, ia menekankan harapannya agar peristiwa serupa tidak terulang di mana pun, baik yang menimpa umat Muslim, Kristen, Yahudi, Hindu, Buddha, maupun kelompok agama lainnya.
Artikel Terkait
Perempuan 53 Tahun di Muna Selamat dari Terkaman Buaya saat Mandi di Sungai
Flick Dukung Rashford Bertahan di Barcelona, Negosiasi dengan Manchester United Masih Alot
Rupiah Tertekan ke Rp17.658 per Dolar AS di Tengah Ketegangan Iran dan Suku Bunga Global
Erin Wartia Beberkan Unggahan Lama ART yang Sebut Suasana Kerja ‘Santuy’, Bantah Tuduhan Penganiayaan