Semua ini berawal dari sebuah podcast. Di sana, Tito sedang berbicara soal penanganan bencana.
Begitu kira-kira ucapannya. Niatnya mungkin mau menunjukkan ketangguhan fiskal Indonesia. Tapi caranya yang dianggap kurang pas. Bagi banyak yang mendengar, nada itu terkesan meremehkan, bahkan tidak menghargai niat baik yang diberikan.
Di sisi lain, video tanggapan dari eks Menlu Malaysia itu pun beredar luas. Isinya jelas: sebuah teguran diplomatik yang jarang kita dengar secara terbuka seperti ini.
Sementara itu, rekaman pernyataan asli Tito juga terus dibahas orang. Menurut sejumlah pengamat, persoalannya bukan pada angka, tapi pada rasa. Dalam hubungan bertetangga, gesture sekecil apapun punya makna yang dalam.
Artikel Terkait
Manchester City Kembali Juara EFL Cup Usai Taklukkan Arsenal 2-0 di Wembley
Desakan Kuat untuk Dewas KPK Periksa Pimpinan Soal Tahanan Rumah Gus Yaqut
Lonjakan 16% Penumpang Kereta di Jawa Tengah Saat Lebaran 2026
Nottingham Forest Hajar Tottenham Hotspur 3-0 di Kandang Sendiri