Udara Surabaya di penghujung tahun kembali dihangatkan oleh gemerlap lampu dan ornamen Natal. Ini bukan sekadar hiasan biasa, melainkan perwujudan nyata komitmen kota ini menjaga harmoni dalam keberagaman. Seperti tahun-tahun sebelumnya, Pemerintah Kota aktif menghadirkan dekorasi tematik di sejumlah titik strategis, memperkuat citra Surabaya sebagai kota yang benar-benar toleran.
Myrna Augusta Aditya Dewi, dari Dinas Lingkungan Hidup Kota Surabaya, menegaskan bahwa ini adalah bentuk partisipasi aktif pemerintah dalam setiap perayaan hari besar agama.
Dia menjelaskan, pohon Natal, lampu-lampu tematik, hingga kado berukuran besar sengaja dipilih sebagai simbol sukacita yang universal. Spot-spot utama seperti Balai Kota, Balai Pemuda, dan kawasan Tunjungan pun sudah dibalut nuansa perayaan. Cahaya itu juga membentang di sepanjang Jalan Panglima Sudirman menuju Monumen Bambu Runcing, dengan rencana merambah ke Jembatan Yos Sudarso.
Namun begitu, pemerintah tak mau bekerja sendirian. Ajakan terbuka disampaikan kepada pelaku swasta mulai dari mal, pusat belanja, hingga hotel untuk turut serta. Kolaborasi semacam ini diharapkan tak cuma mempercantik wajah kota, tapi juga menumbuhkan rasa memiliki bersama.
Artikel Terkait
Pemprov Kaltim Pastikan Dana Mobil Dinas Rp8,5 Miliar Dikembalikan
PSSI Umumkan 24 Pemain Timnas Indonesia untuk FIFA Series, Klok dan Egy Tak Masuk
Kakak Ipar Ancam Pakai Parang, Korban Tewas Jatuh Saat Kabur di Makassar
Wali Kota Makassar Ajak Warga Pererat Silaturahmi di Idul Fitri