Proses perbaikan sendiri dipimpin langsung oleh Bupati Bireuen, Mukhlis. Saat ini, pengoperasian jembatan masih dalam masa uji coba terbatas, terutama untuk memprioritaskan distribusi logistik yang tertahan.
Pengerjaannya tak mudah. Jembatan sepanjang 39 meter itu disambung menggunakan material dari Kementerian PUPR, dengan sentuhan akhir dari personel Batalyon Zeni Tempur 16/Dhika Anoraga.
Dalam keterangan tertulisnya, Pusat Penerangan TNI menyebut pekerjaan teknis seperti penyetelan baut dan pemasangan gelagar rambatan telah rampung.
“Pekerjaan teknis seperti penyetelan baut papan lantai dan pemasangan gelagar rambatan telah dilaksanakan. Jembatan segera difungsikan untuk mendukung kelancaran lalu lintas dan aktivitas masyarakat,” demikian pernyataan mereka.
Jadi, meski masih bertahap, harapan sudah jelas terpancar. Jembatan itu kembali berdiri, menghubungkan bukan hanya dua sisi sungai, tapi juga cerita dan masa depan warga Aceh.
Artikel Terkait
Randu Alas Raksasa di Tuksongo Tumbang, Sisa Batangnya Dijadikan Monumen
Ledakan Molotov Guncang SMP di Kubu Raya, Pelaku Diduga Siswa Internal
Al-Baqarah: Kisah Sapi Betina yang Mengungkap Watak Asli Manusia
Dominasi Gerindra di Kursi Strategis BUMN: Kroni atau Kebetulan?