SOMBONG TAPI TAK PUNYA KEMAMPUAN
Oleh: Ahmad Khozinudin, SH
Paket bantuan kemanusiaan dari Uni Emirat Arab itu akhirnya dikembalikan. Pemerintah Kota Medan memutuskan untuk mengirimnya balik, demi menyelaraskan diri dengan aturan pusat soal bantuan asing. Langkah ini, meski terkesan prosedural, punya riak yang jauh lebih dalam.
Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, menyebut keputusan ini diambil setelah pembicaraan panjang dengan kementerian dan badan penanggulangan bencana di tingkat nasional. Namun begitu, ada aroma lain yang tercium. Sumber masalahnya sepertinya ada di Jakarta.
“Koordinasi sudah kami lakukan secara intensif,” ujarnya.
Di sisi lain, status ‘bencana nasional’ untuk musibah di Sumatera ternyata masih juga tak kunjung ditetapkan oleh Prabowo Subianto. Akibatnya, penanganan jadi serba setengah-setengah. Mobilisasi sumber daya, dari tenaga sampai anggaran, berjalan tersendat. Kehadiran negara terasa kurang greget, bahkan cenderung ala kadarnya.
Dengan menutup pintu bagi bantuan internasional, celah pertolongan bagi korban pun menyempit. Padahal, relawan asing seringkali bisa menjangkau titik-titik yang luput dari perhatian pemerintah. Peluang untuk respons yang lebih cepat dan akurat akhirnya menguap begitu saja.
Artikel Terkait
Pemprov Kaltim Pastikan Dana Mobil Dinas Rp8,5 Miliar Dikembalikan
PSSI Umumkan 24 Pemain Timnas Indonesia untuk FIFA Series, Klok dan Egy Tak Masuk
Kakak Ipar Ancam Pakai Parang, Korban Tewas Jatuh Saat Kabur di Makassar
Wali Kota Makassar Ajak Warga Pererat Silaturahmi di Idul Fitri