Migran Aman Diluncurkan, Menteri Tegaskan Negara Hadir dari Pra-Keberangkatan hingga Kepulangan

- Jumat, 19 Desember 2025 | 00:00 WIB
Migran Aman Diluncurkan, Menteri Tegaskan Negara Hadir dari Pra-Keberangkatan hingga Kepulangan

Di Sasono Langen Budoyo, Taman Mini Indonesia Indah, suasana Kamis siang itu terasa berbeda. Peringatan International Migrant Day bukan sekadar seremoni biasa. Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia, Mukhtarudin, tampil dengan pesan yang tegas: negara hadir. Komitmen itu, katanya, diwujudkan melalui kampanye bertajuk Migran Aman.

“Kampanye Migran Aman kita luncurkan untuk menegaskan bahwa negara hadir dalam setiap tahapan migrasi kerja,” ujar Mukhtarudin.

Dia melanjutkan, kehadiran negara itu dimulai dari sebelum keberangkatan, menyertai selama masa kerja, hingga memastikan kepulangan mereka ke tanah air berjalan lancar. Intinya, pelindungan harus menyeluruh dan bermartabat.

Nah, kampanye ini ternyata punya dua sisi. Di satu pihak, tujuannya untuk membangun kesadaran masyarakat soal pentingnya migrasi yang aman dan mengikuti prosedur. Namun begitu, ada maksud yang lebih mendalam. Kampanye ini adalah batu bata untuk memperkuat sistem pelindungan yang terintegrasi. Semuanya harus saling terhubung.

Lalu, bagaimana wujud nyatanya? Jawabannya datang dalam bentuk sebuah aplikasi. Bersamaan dengan acara puncak itu, Kementerian P2MI resmi meluncurkan Aplikasi Migran Aman.

Platform digital ini digadang-gadang sebagai solusi satu pintu. Ia menghubungkan segala layanan untuk pekerja migran, mulai dari persiapan, penempatan, sampai mereka pulang. Mukhtarudin berharap, dengan aplikasi ini, layanan bisa lebih transparan, cepat, dan tentu saja akuntabel. Praktik penempatan yang liar atau non-prosedural pun diharapkan bisa ditekan.

“Jadi nanti dalam aplikasi ini, semua data akan terintegrasi,” jelasnya.

Dia merinci, koneksi data akan menjangkau Data Imigrasi, sistem Peduli WNI milik Kemenlu, BPJS Ketenagakerjaan, hingga Kemendagri. Bahkan, aspek psikologis lewat HIMPSI juga akan dimasukkan. Semua informasi itu nantinya dirangkum rapi dalam satu aplikasi: Migran Aman.

Bicara soal pelindungan, Mukhtarudin punya pandangan yang jauh ke depan. Ini bukan cuma reaksi saat ada masalah. Lebih dari itu, ia menyebutnya sebagai komitmen jangka panjang negara. Visinya adalah membangun ekosistem migrasi kerja yang aman, tertib, dan punya rasa keadilan.

“Pekerja migran Indonesia adalah bagian penting dari wajah Indonesia di mata dunia. Negara berkewajiban memastikan mereka terlindungi dan bekerja dengan martabat,” tutup Menteri.

Pernyataan penutupnya itu seperti pengingat. Di balik angka dan data, ada wajah-wajah yang mewakili Indonesia di luar negeri. Dan tugas negara, melalui langkah seperti kampanye dan aplikasi ini, adalah memastikan cerita mereka berjalan dengan baik.

Editor: Novita Rachma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar