“Jadi nanti dalam aplikasi ini, semua data akan terintegrasi,” jelasnya.
Dia merinci, koneksi data akan menjangkau Data Imigrasi, sistem Peduli WNI milik Kemenlu, BPJS Ketenagakerjaan, hingga Kemendagri. Bahkan, aspek psikologis lewat HIMPSI juga akan dimasukkan. Semua informasi itu nantinya dirangkum rapi dalam satu aplikasi: Migran Aman.
Bicara soal pelindungan, Mukhtarudin punya pandangan yang jauh ke depan. Ini bukan cuma reaksi saat ada masalah. Lebih dari itu, ia menyebutnya sebagai komitmen jangka panjang negara. Visinya adalah membangun ekosistem migrasi kerja yang aman, tertib, dan punya rasa keadilan.
“Pekerja migran Indonesia adalah bagian penting dari wajah Indonesia di mata dunia. Negara berkewajiban memastikan mereka terlindungi dan bekerja dengan martabat,” tutup Menteri.
Pernyataan penutupnya itu seperti pengingat. Di balik angka dan data, ada wajah-wajah yang mewakili Indonesia di luar negeri. Dan tugas negara, melalui langkah seperti kampanye dan aplikasi ini, adalah memastikan cerita mereka berjalan dengan baik.
Artikel Terkait
Pertemuan Saudagar Bugis-Makassar XXVI Hadirkan Gubernur dan Pengusaha Sherly Tjoanda
Gus Yaqut Kembali Ditahan KPK Usai Sempat Dapat Izin Tahanan Rumah
KPK Kembalikan Yaqut Cholil Qoumas ke Rutan Usai Tahanan Rumah
Harga Jual Emas Antam Stagnan, Harga Buyback Anjlok Rp80.000 per Gram