“Jadi nanti dalam aplikasi ini, semua data akan terintegrasi,” jelasnya.
Dia merinci, koneksi data akan menjangkau Data Imigrasi, sistem Peduli WNI milik Kemenlu, BPJS Ketenagakerjaan, hingga Kemendagri. Bahkan, aspek psikologis lewat HIMPSI juga akan dimasukkan. Semua informasi itu nantinya dirangkum rapi dalam satu aplikasi: Migran Aman.
Bicara soal pelindungan, Mukhtarudin punya pandangan yang jauh ke depan. Ini bukan cuma reaksi saat ada masalah. Lebih dari itu, ia menyebutnya sebagai komitmen jangka panjang negara. Visinya adalah membangun ekosistem migrasi kerja yang aman, tertib, dan punya rasa keadilan.
“Pekerja migran Indonesia adalah bagian penting dari wajah Indonesia di mata dunia. Negara berkewajiban memastikan mereka terlindungi dan bekerja dengan martabat,” tutup Menteri.
Pernyataan penutupnya itu seperti pengingat. Di balik angka dan data, ada wajah-wajah yang mewakili Indonesia di luar negeri. Dan tugas negara, melalui langkah seperti kampanye dan aplikasi ini, adalah memastikan cerita mereka berjalan dengan baik.
Artikel Terkait
Kota Tua Berubah Jadi Lokasi Syuting, Lalu Lintas Tersendat Akibat Extraction: Tygo
Keyakinan yang Menjadi Kenyataan: Ketika Prasangka Baik Mengubah Takdir
Korban Pencurian Malah Ditahan, Usai Jebak Karyawan di Hotel
PPATK Dibanjiri 43 Juta Laporan, Nilai Transaksi Mencurigakan Tembus Rp 2.085 Triliun