Seorang anggota Polres Probolinggo akhirnya ditetapkan sebagai tersangka. Inisialnya AS. Dia diduga kuat terlibat dalam kasus meninggalnya Faradila Amalia Najwa, mahasiswi Universitas Muhammadiyah Malang yang berasal dari Probolinggo.
Perkembangan ini diumumkan oleh Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Jules Abraham Abast, pada Kamis (18/12). Menurutnya, penyidik sudah mengantongi alat bukti yang cukup. "Karena telah terpenuhi alat bukti, minimal dua alat bukti yang cukup yaitu di antaranya keterangan saksi, kemudian alat bukti surat, dan petunjuk, maka terhadap terduga pelaku AS telah ditingkatkan dan ditetapkan sebagai tersangka," jelas Jules.
Pria itu sudah mendekam di rutan Polda Jatim sejak Rabu kemarin. "Sejak kemarin tanggal 17 Desember 2025, tersangka AS telah dilakukan penahanan di Rutan Polda Jawa Timur," tegasnya.
Namun begitu, masih banyak yang gelap dalam kasus ini. Jules mengaku belum bisa membeberkan motif atau peran pasti AS. Penyebab kematian Faradila juga masih menunggu hasil autopsi. "Sejauh ini karena masih berproses ya proses penyidikan sedang sedang berjalan, maka kami akan melakukan update perkembangan terkait pelaku lainnya yang masih dalam pengerjaan," ujar dia. Proses penyelidikan masih terus berjalan.
Polisi juga masih memburu pelaku lain yang diduga terlibat. "Sejauh ini untuk penyidik juga masih melakukan pengejaran terhadap pelaku lain," kata Jules. Beberapa barang bukti sudah diamankan, mulai dari kendaraan, pakaian, hingga ponsel milik pelaku dan korban.
Kisah tragis ini berawal di aliran sungai di Wonorejo, Pasuruan. Faradila ditemukan warga pada Selasa (16/12) pagi, sekitar pukul setengah tujuh. Saat itu, seorang warga sedang mencari rumput di sekitar lokasi.
Kasi Humas Polres Pasuruan, Iptu Joko Suseno, menggambarkan kondisi korban saat ditemukan. Jasadnya masih mengenakan jaket hitam, celana panjang krem, dan helm berwarna pink. Polisi yang datang kemudian melakukan evakuasi.
Kini, dengan ditetapkannya AS sebagai tersangka, publik menunggu kejelasan lebih lanjut. Siapa pelaku lain? Apa motif di baliknya? Pertanyaan-pertanyaan itu masih menggantung, menunggu jawaban dari proses penyidikan yang masih berlangsung.
Artikel Terkait
Mahfud MD Ungkap Sembilan Kultur Buruk di Polri, Kekerasan hingga Korupsi Jadi Sorotan Utama
BMKG: Sebagian Besar Wilayah Sulsel Berpotensi Hujan Sedang pada Kamis
Mahfud MD Ungkap Sembilan Masalah Kultur Polri, dari Kekerasan hingga Impunitas
Polda Riau Bongkar Perusakan Hutan Mangrove di Kepulauan Meranti, Sita Ribuan Karung Arang Bakau Ilegal