Logikanya sederhana: kalau Anies masih punya ambisi untuk bertarung di pemilu mendatang, ia butuh kendaraan politik. Sistem kita kan mengharuskan calon diusung partai atau koalisi partai. Nah, di sinilah Gerakan Rakyat berpeluang mengisi kekosongan itu.
Secara infrastruktur, menurut Adi, modal mereka cukup. Pertama, ada figur kunci Anies yang elektabilitasnya masih dianggap kuat. Kedua, jaringan relawannya sudah tersebar dari pusat hingga daerah. Dan ketiga, ia punya ceruk pemilih yang solid, terutama dari kalangan yang melihatnya sebagai representasi kepentingan politik Islam.
Jadi, momen pengukuhan Anies ini bukan sekadar seremonial. Ia bisa dibaca sebagai pemanasan, sebuah prakondisi politik menuju arena pertarungan 2029. Syahrin Hamid sendiri menyebut ini sebagai momen yang ditunggu banyak orang, yang kerap bertanya kapan keanggotaan dibuka.
Namun begitu, semua masih berupa pertanyaan. Antusiasme massa akan diuji di lapangan.
Artikel Terkait
Tewas di Tepi Sungai Lasolo, Abdul Kahar Muzakkar Akhiri Pemberontakan 12 Tahun
Napoli Amankan Kemenangan Tipis 1-0 atas Cagliari Berkat Gol Kilat McTominay
Luka Doncic Cetak 60 Poin, Bawa Lakers dan Momentum ke Level Baru
Tuchel Pangkas Skuad Inggris, Nol Pemain Liverpool Dipanggil