Februari 2026 nanti, Como 1907 bakal bentrok dengan AC Milan di Serie A. Tapi jangan bayangkan suasananya di San Siro yang megah, atau di kandang mereka sendiri, Stadion Giuseppe Sinigaglia. Pertandingan ini justru bakal digelar jauh di seberang lautan, tepatnya di Western Australia. Agak aneh, ya? Serie A kok mainnya sampai ke sana.
Lantas, apa alasan di balik keputusan nyeleneh ini?
Presiden Como 1907, Mirwan Suwarso, coba menjelaskan logikanya. Intinya, ini soal eksposur. Serie A lagi gencar-gencarnya cari perhatian baru, sampai-sampai rela menggelar laga resmi di luar Italia.
"Kita memang perlu banget menghidupkan lagi minat publik terhadap Liga Italia," ujar Mirwan.
"Nah, waktu liga nawarin kesempatan main di Australia, kami setuju aja. Kami lihat ini sebagai sesuatu yang penting," tambahnya.
Dia lantas membandingkan dengan tawaran lain. Menurutnya, kalau cuma tur pramusim ke Amerika, percuma. Saat musim panas, semua klub raksasa Eropa sudah membanjiri sana.
"Ada Barcelona, Real Madrid, atau Chelsea. Gimana kita mau menonjol? Gimana caranya biar kita kelihatan beda?"
"Tapi tawaran main di Australia ini lain cerita. Kami bisa jadi tim Eropa pertama yang menggelar laga liga di luar benuanya. Itu nilai jualnya besar," sambungnya penuh semangat.
Nah, ini yang menarik. Como kan sebenarnya klub yang diemban oleh grup Djarum asal Indonesia. Kenapa nggak di Indonesia aja pertandingannya? Biar lebih dekat dengan pemiliknya.
Soal itu, Mirwan mengaku nggak punya pilihan. Keputusan lokasi sepenuhnya ada di tangan Serie A, bukan klub. Negara tuan rumah yang menawarkan diri dan membayar mahal.
"Itu pilihan liga. Pemerintah Western Australia yang nawarin buat jadi tuan rumah satu pertandingan resmi. Mereka juga yang bayar, sekitar 14 atau 16 juta dolar, atau euro gitu," jelasnya.
Dia juga menyentuh soal syarat utama jika ingin dilirik: nilai hak siar. "Kalau mau kayak gitu, nilai hak siar di negara itu harus tinggi dulu. Sepengetahuan saya, Australia itu salah satu pembeli hak siar Liga Italia dengan nilai tertinggi," tandas Mirwan.
Jadi, meski punya hubungan khusus dengan Indonesia, ternyata urusan bisnis dan strategi liga yang berbicara lebih keras. Australia punya tawaran yang sulit ditolak.
Artikel Terkait
Latihan Persiapan Tim Bulu Tangkis Indonesia di Denmark Resmi Ditutup
Juventus Siap Tawarkan Peran Kunci untuk Rekrut Lewandowski
Kapten Carvajal Terpinggirkan, Ketegangan dengan Arbeloa Menguat di Real Madrid
Persis Solo Menang Dramatis, Perburuan Kursi Degradasi Super League Makin Sengit