Kepanikan sempat melanda. Tapi, begitu angin reda, warga mulai menghitung kerugian. Hasilnya cukup serius: tak kurang dari 24 rumah mengalami kerusakan, terutama pada bagian atap. Tak hanya rumah tinggal, satu masjid dan sebuah musala juga ikut menjadi korban keganasan angin.
Menurut data sementara dari pemerintah desa, kerusakan tersebar di dua dukuh. Mayoritas atap yang terlepas terbang adalah genting dan asbes.
Pj Kepala Desa Pusporenggo, Sumanto, memberikan rincian, “Kan ada dua desa yang terdampak, yang di sini 16 dan yang di sana 8.”
Untungnya, tidak ada laporan korban jiwa atau luka-luka dalam peristiwa ini. Meski begitu, kerugian material yang diderita warga tidak sedikit. Taksiran sementara, nilai kerusakan mencapai puluhan juta rupiah. Saat ini, kondisi di lokasi sudah berangsur pulih. Warga mulai membersihkan serpihan dan merencanakan perbaikan untuk rumah mereka yang rusak.
Artikel Terkait
Kisah Kelahiran Langka Rudini: Dari Anak Gajah Malang Menuju Puncak Karier Militer
Noussair Mazraoui Buka Suara: Pensiun dari Sepak Bola untuk Fokus Jadi Imam dan Hafiz Quran
Gattuso, Buffon, dan Gravina Mundur Usai Italia Gagal ke Piala Dunia 2026
BPPTKG: Aktivitas Vulkanik Merapi Masih Tinggi, Status Siaga Dipertahankan