Bantuan Rp 2 Juta dari Kemendikbud untuk Guru Korban Banjir Aceh dan Sumatera

- Kamis, 18 Desember 2025 | 17:42 WIB
Bantuan Rp 2 Juta dari Kemendikbud untuk Guru Korban Banjir Aceh dan Sumatera

Banjir dan tanah longsor yang menerjang sejumlah wilayah di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat memang sudah reda. Tapi, bagi para guru yang jadi korban, dampaknya masih terasa. Ada yang masih terbaring di rumah sakit, bahkan ada yang meninggal dunia. Nah, kabar baiknya datang dari Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti. Beliau menyatakan, guru-guru yang dirawat itu akan mendapat bantuan senilai Rp 2 juta.

Pengumuman ini disampaikan Mu’ti di sela-sela acara Sosialisasi Program Indonesia Pintar di SMK Muhammadiyah 1 Moyudan, Sleman, Kamis lalu.

“Rp 2 juta itu untuk bantuan guru-guru yang kemarin yang dirawat di rumah sakit itu,” ujarnya.

Bantuan serupa juga bakal mengalir untuk keluarga guru yang meninggal dunia akibat musibah tersebut. “Termasuk ada yang meninggal kita bantu,” jelas Mu’ti lagi. Namun begitu, ia menegaskan dengan gamblang bahwa uang sebesar itu bukanlah bagian dari tunjangan profesi. Ini murni bantuan sosial.

“Tidak ada hubungannya dengan tunjangan. Itu bantuan karena mereka terkena musibah,” tegasnya.

Lalu, berapa banyak guru yang akan menerimanya? Pertanyaan ini belum punya jawaban pasti. Menurut Mu’ti, datanya masih terus bergerak. “Data masih terus dinamis,” katanya singkat. Artinya, proses pendataan korban masih berlangsung.

Di sisi lain, kehadiran pemerintah untuk para pendidik yang tertimpa bencana ini juga ditekankan oleh Ketua Komisi IV DPR RI, Siti Hediati Hariyadi atau yang akrab disapa Titiek Soeharto. Ia yang hadir di lokasi yang sama meyakinkan bahwa negara tidak akan tinggal diam.

“Pasti diperhatikan oleh pemerintah. Pasti diperhatikan tidak mungkin dibiarkan,” kata Titiek.

Jadi, meski bencana telah berlalu, perhatian untuk para korban khususnya para guru ternyata masih berlanjut. Bantuan itu mungkin tak seberapa dibandingkan penderitaan yang mereka alami, tapi setidaknya menjadi tanda bahwa jerih payah mereka di dunia pendidikan tidak dilupakan begitu saja saat musibah datang.

Editor: Yuliana Sari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar