Banjir dan tanah longsor yang menerjang sejumlah wilayah di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat memang sudah reda. Tapi, bagi para guru yang jadi korban, dampaknya masih terasa. Ada yang masih terbaring di rumah sakit, bahkan ada yang meninggal dunia. Nah, kabar baiknya datang dari Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti. Beliau menyatakan, guru-guru yang dirawat itu akan mendapat bantuan senilai Rp 2 juta.
Pengumuman ini disampaikan Mu’ti di sela-sela acara Sosialisasi Program Indonesia Pintar di SMK Muhammadiyah 1 Moyudan, Sleman, Kamis lalu.
“Rp 2 juta itu untuk bantuan guru-guru yang kemarin yang dirawat di rumah sakit itu,” ujarnya.
Bantuan serupa juga bakal mengalir untuk keluarga guru yang meninggal dunia akibat musibah tersebut. “Termasuk ada yang meninggal kita bantu,” jelas Mu’ti lagi. Namun begitu, ia menegaskan dengan gamblang bahwa uang sebesar itu bukanlah bagian dari tunjangan profesi. Ini murni bantuan sosial.
“Tidak ada hubungannya dengan tunjangan. Itu bantuan karena mereka terkena musibah,” tegasnya.
Artikel Terkait
Bahar Bin Smith Resmi Jadi Tersangka Kasus Penganiayaan Banser
KADIN DIY Usung Tiga Filosofi Jawa untuk Cetak Ekonomi Yogyakarta yang Berkarakter
Program Makan Bergizi: Antara Klaim Davos dan Keracunan yang Terus Berulang
Teripang: Kisah Ginseng Laut yang Diperebutkan dari Dasar Samudra