Nah, poin utamanya begini. Akbar merasa Prabowo sekarang butuh aksi nyata, bukan sekadar ceremonial atau pidato-pidato yang justru bertele-tele. Bahkan, gaya komunikasi Gibran disebutnya justru menjadi beban tambahan. Cukup mengejutkan, kritik ini disampaikan secara terbuka.
kata Akbar.
Di sisi lain, nada pernyataannya semakin tegas. Hanya ada dua pilihan yang dia berikan kepada wapres muda itu: turun tangan membantu dengan efektif, atau memilih untuk benar-benar diam. Pilihan kedua ini bukan sekadar saran, tapi seperti peringatan untuk menjaga stabilitas pemerintahan.
pungkasnya.
Kritik Akbar ini bukan yang pertama, tentu saja. Tapi ini jelas menambah tekanan dan daftar panjang ekspektasi yang dibebankan kepada Gibran. Di awal pemerintahan Prabowo, soliditas kepemimpinan nasional memang sedang diuji, dan sorotan terhadap peran wapres semakin tajam.
Artikel Terkait
Pelaku Diduga Kabur ke Gunung Kidul, Polisi Buru Anak Korban Pembunuhan Ibu Sendiri
Prabowo Jelaskan Langkah Indonesia di Dewan Perdamaian AS, Dapat Dukungan Penuh Ormas Islam
Rocky Gerung Soroti Republik Tanpa Jiwa: Hanya Bentuk, Isinya Feodalisme
BMKG Waspadai Bibit Siklon Tropis 94W yang Mengancam Indonesia Timur