Nah, poin utamanya begini. Akbar merasa Prabowo sekarang butuh aksi nyata, bukan sekadar ceremonial atau pidato-pidato yang justru bertele-tele. Bahkan, gaya komunikasi Gibran disebutnya justru menjadi beban tambahan. Cukup mengejutkan, kritik ini disampaikan secara terbuka.
kata Akbar.
Di sisi lain, nada pernyataannya semakin tegas. Hanya ada dua pilihan yang dia berikan kepada wapres muda itu: turun tangan membantu dengan efektif, atau memilih untuk benar-benar diam. Pilihan kedua ini bukan sekadar saran, tapi seperti peringatan untuk menjaga stabilitas pemerintahan.
pungkasnya.
Kritik Akbar ini bukan yang pertama, tentu saja. Tapi ini jelas menambah tekanan dan daftar panjang ekspektasi yang dibebankan kepada Gibran. Di awal pemerintahan Prabowo, soliditas kepemimpinan nasional memang sedang diuji, dan sorotan terhadap peran wapres semakin tajam.
Artikel Terkait
Veda Ega Pratama Ukir Sejarah, Raih Podium Perdana Indonesia di MotoGP
Sunderland Kalahkan Newcastle 2-1 dalam Derby Timur Laut yang Sengit
Panglima TNI dan Kapolri Tinjau Pos Pengamanan Mudik 2026 di Medan
IM57+ Kritik Keras Pengalihan Status Tahanan Yaqut ke Rumah