Geliat Arus Mudik Nataru, Pelabuhan Ciwandan Mulai Dipadati Pemudik

- Senin, 22 Desember 2025 | 10:18 WIB
Geliat Arus Mudik Nataru, Pelabuhan Ciwandan Mulai Dipadati Pemudik

Jalur penyeberangan antara Jawa dan Sumatera mulai ramai. Denyutnya terasa, terutama di Pelabuhan Ciwandan, Cilegon, yang berfungsi sebagai alternatif. Sejak Sabtu malam lalu, tepatnya H-5 sebelum Natal dan Tahun Baru, lalu lintas sepeda motor sudah mengalir deras. Pergerakan truk-truk logistik pun tak kalah sibuk, terus bergerak untuk mendukung distribusi kebutuhan di penghujung tahun.

Data dari Posko Cabang Merak mencatat fenomena ini dengan angka yang jelas. Dalam rentang 24 jam dari 20 Desember pukul 08.00 WIB, tercatat 1.029 unit kendaraan roda dua dan 945 truk logistik telah menyeberang ke Sumatera via Ciwandan. Angka ini melonjak jauh dibanding hari sebelumnya, Jumat, yang hanya mencatat 347 sepeda motor dan 613 truk.

“Data produksi ini mencerminkan peningkatan aktivitas penyeberangan dari Jawa menuju Sumatera. Karena itu, ASDP terus memperkuat pemantauan dan melakukan berbagai langkah pengaturan operasional di kawasan pelabuhan untuk memastikan kelancaran layanan,” ujar Direktur Utama ASDP, Heru Widodo.

Menurut Heru, pola kenaikan ini sebenarnya sudah bisa ditebak, mengikuti ritme tahun-tahun sebelumnya. Puncak arus mudik Nataru biasanya terjadi antara H-5 hingga H-1. Kepadatannya paling terasa pada jam-jam tertentu: malam hari antara pukul 20.00 sampai 02.00 WIB, dan pagi hari sekitar pukul 08.00 hingga 11.00 WIB. Periode-periode itulah yang paling digemari para pemudik.

Di sisi lain, Corporate Secretary ASDP, Windy Andale, punya imbauan khusus untuk masyarakat. Ia menyarankan agar perjalanan direncanakan matang, sebisa mungkin menghindari jam-jam padat tadi supaya tak terjebak antrean panjang di pelabuhan.

“Kami mengimbau penguser jasa, khususnya yang melalui Pelabuhan Ciwandan, untuk melakukan pembelian tiket paling lambat H-1 melalui Ferizy sebelum keberangkatan. Datanglah sesuai jadwal pada tiket, jaga kondisi fisik dan kendaraan, agar perjalanan penyeberangan berlangsung aman dan nyaman,” jelas Windy.

Ia menegaskan, tiket online via Ferizy sudah bisa dibeli sejak 60 hari sebelum keberangkatan. Membeli dari jauh hari sangat penting. Bahkan sistemnya cerdas, bisa mendeteksi lokasi GPS. “Kalau pembelian dilakukan terlalu dekat pelabuhan oleh pihak yang tidak berwenang, transaksinya nggak akan bisa diproses,” tegas Windy.

Secara keseluruhan, ASDP mengklaim telah menyiapkan berbagai langkah antisipasi. Kesiapan armada, penguatan layanan, hingga pengaturan lalu lintas di area pelabuhan, semua digelar untuk memastikan layanan tetap optimal meski mobilitas meningkat tajam.

Lonjakan Trafik: Naik Hampir 5 Persen

Bagaimana detail peningkatannya? Data dari Posko Merak (yang mencakup Merak, Ciwandan, dan Bojonegara) pada H-5 menunjukkan 41 unit kapal beroperasi. Total penumpang dari Jawa ke Sumatera mencapai 39.728 orang, naik 3,3% dari tahun lalu. Untuk kendaraan, sepeda motor melonjak 28,3% menjadi 1.016 unit. Kendaraan roda empat naik 2,8%, truk naik 2,3%, sementara bus relatif stabil.

Kalau dijumlahkan, total kendaraan yang menyeberang pada hari itu mencapai 9.613 unit. Angka itu menunjukkan kenaikan 4,7% dibanding periode sama tahun sebelumnya. Akumulasi dari H-10 sampai H-5 juga menunjukkan tren positif: penumpang naik 1% dan kendaraan tumbuh 5,2%.

Arus sebaliknya dari Sumatera ke Jawa juga meningkat. Data Posko Bakauheni mencatat 35 kapal beroperasi, dengan penumpang 33.519 orang (naik 4,6%) dan kendaraan 7.809 unit (naik 5,2%).

Dengan segala persiapan dan data yang ada, ASDP berkomitmen menjaga konektivitas antar-pulau ini. Tujuannya satu: memastikan arus mudik Nataru berjalan lancar, tertib, dan tetap terkendali di tengah gelombang pemudik yang membanjir.

Komentar