Ucapnya lugas. Memang, potensi penipuan semacam ini masih sangat nyata. Terbukti dari laporan seorang wisatawan di media sosial pada November lalu yang viral. Ia mengaku menjadi korban pemandu palsu saat berkunjung ke keraton.
Lebih Dari Sekadar Waspada
Selain kewaspadaan, Gusti Bendara punya pesan lain yang tak kalah penting: soal sikap dan etika.
"Buat wisatawan yang datang ke Yogya, tolong hargai kebudayaan kita yang ada, jangan buang sampah sembarangan. Tentunya, jangan foto-foto di jalan, gunakanlah jalan trotoar, foto-fotolah di pinggir trotoar, hargailah kebudayaan kita, dan tetap jaga kebersihan dan juga sopan santun,"
Pesan itu sederhana, tapi mendasar. Ia ingin setiap kunjungan tak hanya meninggalkan kenangan, tapi juga rasa saling menghormati. Keraton bukan sekadar objek foto, ia adalah rumah yang hidup dengan tata krama yang telah berjalan berabad-abad.
Artikel Terkait
Sporting CP Balas Kekalahan 0-3 dengan Kemenangan Telak 5-0 ke Perempat Final Liga Champions
Fenerbahce Hajar Gaziantep 4-1, Kokohkan Posisi Puncak Klasemen
Jadwal Imsak Jogja Hari Ini Pukul 04.18 WIB, Disusul Azan Subuh 10 Menit Kemudian
Chelsea Terancam Tersingkir, Wajib Menang Besar atas PSG di Liga Champions