Keraton Yogyakarta tetap jadi magnet utama bagi para pelancong. Namun, di balik gemanya, ada persoalan yang mengintai: maraknya pemandu wisata palsu yang menjerat turis. Gusti Kanjeng Ratu Bendara, sang Penghageng Kawedanan Hageng Punakawan KHP Nitya Budaya, tak menampik soal ini.
Putri bungsu Sri Sultan Hamengku Buwono X itu mengaku pihak keraton sudah bergerak. Mereka tak tinggal diam.
"Jadi, kami kemarin sudah berkomunikasi dengan pemangku kebijakan di lokal situ, yaitu adalah Pak Mantren (Camat) dan juga Pak Lurah, yang berkoordinasi terus untuk dengan dengan warga lokal sekitar situ,"
Begitu penjelasan Bendara, Rabu (17/12) lalu, usai menghadiri sebuah acara di Yogyakarta. Ia juga menjabat sebagai Kepala BPPD DIY.
Menurutnya, langkah mitigasi harus datang dari dua arah. Di satu sisi, kemampuan pemandu wisata asli di lingkungan keraton perlu terus ditingkatkan. Tapi di sisi lain, para wisatawan sendiri juga harus melek informasi sebelum datang.
"Karena scam itu pasti akan ada dengan bentuk-bentuk yang lebih advance. Kita menanggulangi satu, bentuknya akan lebih advance dan berputar terus. Yang kita bisa lakukan adalah menangani satu demi satu pada saatnya,"
Artikel Terkait
Drama dan Kebaikan di Balik Sesaknya Gerbong KRL
Polairud Buka Jalur Pelayaran Muara Angke yang Tersumbat
Prasetyo Bantah Isu Pertemuan Prabowo dengan Oposisi
Restoran Keluarga dan Luka Masa Lalu: Kisah Cinta Kedua di Predestined Love