Trump Buka Peluang Ganja Turun Kasta di Mata Hukum Federal

- Rabu, 17 Desember 2025 | 10:54 WIB
Trump Buka Peluang Ganja Turun Kasta di Mata Hukum Federal

Trump Bicara Soal Ganja: "Kami Pertimbangkan dengan Serius"

Di tengah hiruk-pikuk politik Washington, Presiden Donald Trump mengungkapkan bahwa dirinya sedang mempertimbangkan langkah eksekutif. Langkah itu terkait status ganja di tingkat federal. Intinya, dia berpikir untuk menurunkan klasifikasi ganjanya.

“Kami sedang mempertimbangkannya dengan sangat serius,” ujar Trump kepada para wartawan di Oval Office, Gedung Putih, awal pekan ini.

Pernyataan ini menanggapi laporan yang beredar sebelumnya. Laporan itu menyebutkan bahwa Trump mengarahkan lembaga-lembaga federal di bidang kesehatan dan penegakan hukum untuk memproses ganja sebagai zat Golongan III. Kalau masuk golongan ini, statusnya jadi sejajar dengan obat-obatan seperti ketamine atau codeine yang resepnya diatur ketat.

Menurut Trump, ada alasan kuat di balik wacana ini. “Banyak orang ingin agar ganja diklasifikasikan ulang,” katanya, seperti dikutip Reuters. “Karena itu akan mengarah pada sejumlah besar penelitian yang tidak dapat dilakukan kecuali ganja diklasifikasikan ulang.”

Nah, saat ini posisi ganja di mata hukum federal AS cukup ekstrem. Berdasarkan UU Pengendalian Zat Terlarang, ganja masuk dalam Golongan I. Ia disandingkan dengan heroin dan ekstasi. Argumennya, potensi penyalahgunaannya tinggi dan dianggap tak punya nilai medis yang diakui.

Padahal, realitas di lapangan berbeda. Banyak negara bagian sudah melonggarkan aturan mereka sendiri. Ganja dipakai untuk keperluan medis, bahkan rekreasi, di sejumlah wilayah. Ini menciptakan kesenjangan yang aneh antara hukum federal dan aturan lokal.

Di sisi lain, masalah pendanaan jadi tantangan nyata bagi pelaku usaha ganja. Karena status federalnya yang ketat, bank-bank besar dan investor institusional ogah-ogahan masuk. Akibatnya, produsen terpaksa mencari pinjaman dengan bunga tinggi atau bergantung pada sumber dana alternatif yang tak selalu jelas.

Meski wacananya sudah mengudara, tampaknya belum ada keputusan final. Pejabat Gedung Putih sendiri mengaku prosesnya masih berjalan. Belum ada lampu hijau.

Perlu diingat, rencana klasifikasi ulang ini sebetulnya bukan hal baru. Prosesnya sudah dirintis sejak pemerintahan Joe Biden tahun lalu. Saat itu, Biden meminta Kementerian Kesehatan untuk meninjau ulang status ganja. Hasil tinjauan itu? Rekomendasi agar ganja dipindah ke Golongan III.

Sekarang, bola ada di pengadilan Badan Penegakan Narkoba atau DEA. Mereka yang harus meninjau rekomendasi tadi dan akhirnya memutuskan. Apakah status ganja akan benar-benar berubah? Kita tunggu saja.

Editor: Yuliana Sari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar

Terpopuler