Tujuh Madrasah di Aceh Hanyut Diterjang Banjir Bandang

- Senin, 15 Desember 2025 | 20:50 WIB
Tujuh Madrasah di Aceh Hanyut Diterjang Banjir Bandang

Banda Aceh – Banjir bandang yang menerjang Aceh tak hanya merenggut rumah dan jalan. Lembaga pendidikan pun menjadi korban. Kantor Wilayah Kementerian Agama Aceh mencatat, setidaknya tujuh sekolah binaannya hilang begitu saja, hanyut diterjang arus deras. Korban dari dunia pendidikan ini beragam, mulai dari jenjang Raudhatul Athfal (RA) hingga Madrasah Aliyah (MA).

Khairul Azhar, Ketua Satgas Tanggap Darurat Kanwil Kemenag Aceh, membenarkan kabar tersebut. Data sementara yang dihimpun hingga Senin (15/12) memang menunjukkan angka itu.

"Informasi data sementara hari ini, ada tujuh RA dan madrasah yang hanyut,"

ungkap Azhar di Banda Aceh.

Dia kemudian merinci daftar sekolah yang musnah. Di Kabupaten Pidie Jaya, RA Seunong dan MIN 05 Pidie Jaya tak lagi berdiri. Lalu ada MIS Pasir di Gayo Lues yang juga lenyap. Kerusakan paling parah tampaknya terjadi di Kabupaten Aceh Tenggara, di mana empat lembaga sekaligus RA, MI, MTs, dan MA Badrul Ulum tersapu banjir.

Namun begitu, bencana ini tak cuma menyebabkan kehilangan total. Ada pula bangunan yang ambruk atau roboh. Tiga madrasah masuk dalam kategori ini: RA Al Ikhlas dan MA Baitul Hidayah di Aceh Utara, serta MTsS Wih Tenang Uken di Bener Meriah.

Menghadapi situasi ini, langkah pemulihan sudah mulai diupayakan. Khairul Azhar menyatakan bahwa untuk semua madrasah yang roboh dan hilang itu, pihaknya telah mengusulkan pembangunan baru ke Kementerian Agama pusat.

"Semua yang roboh dan hilang kita usulkan untuk dibangun baru,"

tegasnya.

Sementara menunggu proses pembangunan yang tentu butuh waktu, ada kebutuhan mendesak yang harus segera diatasi: kegiatan belajar mengajar. Libur semester akan segera berakhir. Menurut Azhar, pihaknya telah mengajukan usulan penyediaan tenda belajar darurat.

Targetnya, tenda-tenda itu bisa digunakan pada awal Januari 2026 mendatang, bertepatan dengan awal semester genap.

"Tanggal 5 Januari masuk semester genap. Saat ini madrasah ada yang sedang dan telah selesai ujian semester, lalu libur,"

jelasnya, menekankan pentingnya solusi sementara agar proses belajar tidak terhenti terlalu lama.

Editor: Dewi Ramadhani

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar