Bagi Prabowo, semua ini adalah bukti nyata kepedulian negara. Namun begitu, ia tampak gerah dengan narasi yang beredar belakangan ini narası yang menyebut pemerintah pusat lamban, bahkan tidak hadir bagi korban.
“Kalau dibilang negara tidak hadir, ah, ya, kita waspada saja, ya. Unsur-unsur yang memang ya punya agenda-agenda lain,” ujarnya dengan nada sedikit kesal.
Ia menilai, ada oknum-oknum yang sengaja memelintir fakta. Di saat bangsa seharusnya bersatu, justru isu negatif yang dihembuskan.
“Dalam rangka ini, di tengah bencana, di tengah musibah, mereka yang ditonjolkan adalah kebohongan, ketidakbenaran. Dikatakan Pemerintah tidak hadir,”
Pernyataan penutupnya itu terasa seperti sebuah sanggahan sekaligus peringatan. Ia ingin fokus semua pihak ada pada penanganan korban, bukan pada polemik yang justru memecah belah.
Artikel Terkait
Kematian di Tangan ICE: Krisis Kepercayaan dan Gelombang Protes yang Mengguncang Amerika
John Sitorus Sindir Siti Nurbaya Usai Rumahnya Digeledah: Gabung Saja ke PSI
Brian Yuliarto Buka Kartu: Kampus dan Industri Harus Jalin Kolaborasi Nyata untuk Pacu Ekonomi
Tere Liye Bongkar Tipu-Tipu Bekerja Keras untuk Keluarga, Ternyata yang Nikmati Hasilnya Cuma Mereka yang di Atas