Di hadapan seluruh jajaran kabinetnya, Presiden Prabowo Subianto memberikan teguran yang tegas. Intinya sederhana: saat menangani bencana, jangan sampai ada yang sekadar datang untuk berfoto.
Peringatan itu ia sampaikan dalam Sidang Kabinet Paripurna di Istana, Senin lalu. Prabowo khawatir, kedatangan pejabat ke lokasi bencana di Sumatera bisa disalahartikan. Bisa tercipta kesan buruk, seolah-olah mereka sedang "wisata bencana".
"Jangan pejabat-pejabat, tokoh, datang ke daerah bencana, foto-foto dan untuk dianggap hadir," ujarnya tegas.
"Kita tidak mau ada budaya wisata bencana. Jangan."
Menurutnya, setiap kunjungan harus punya tujuan yang jelas: membantu. Bukan sekadar pencitraan. Rakyat yang sedang menderita butuh solusi nyata, bukan penonton yang berlagak peduli.
"Kalau datang bener bener harus ada tujuan untuk membantu mengatasi masalah. Kalau ada unsur pimpinan dateng yang punya tugas dan portofolio ke situ," katanya menegaskan.
Artikel Terkait
ICW Desak KPK Jelaskan Alasan Pengalihan Tahanan Yaqut ke Rumah
KPK Tegaskan Semua Tahanan Berhak Ajukan Tahanan Rumah, Termasuk Yaqut
Trump Beri Ultimatum 48 Jam ke Iran untuk Buka Selat Hormuz
160 Warga Binaan di Makassar Terima Remisi Idul Fitri, Tiga Langsung Bebas