Prabowo Tegas Larang Pejabat Wisata Bencana

- Senin, 15 Desember 2025 | 16:06 WIB
Prabowo Tegas Larang Pejabat Wisata Bencana

Di hadapan seluruh jajaran kabinetnya, Presiden Prabowo Subianto memberikan teguran yang tegas. Intinya sederhana: saat menangani bencana, jangan sampai ada yang sekadar datang untuk berfoto.

Peringatan itu ia sampaikan dalam Sidang Kabinet Paripurna di Istana, Senin lalu. Prabowo khawatir, kedatangan pejabat ke lokasi bencana di Sumatera bisa disalahartikan. Bisa tercipta kesan buruk, seolah-olah mereka sedang "wisata bencana".

"Jangan pejabat-pejabat, tokoh, datang ke daerah bencana, foto-foto dan untuk dianggap hadir," ujarnya tegas.

"Kita tidak mau ada budaya wisata bencana. Jangan."

Menurutnya, setiap kunjungan harus punya tujuan yang jelas: membantu. Bukan sekadar pencitraan. Rakyat yang sedang menderita butuh solusi nyata, bukan penonton yang berlagak peduli.

"Kalau datang bener bener harus ada tujuan untuk membantu mengatasi masalah. Kalau ada unsur pimpinan dateng yang punya tugas dan portofolio ke situ," katanya menegaskan.

Ia lalu memberi contoh konkret. Misalnya, jika masyarakat kesulitan air bersih, maka pejabat terkait harus langsung bergerak mencari solusi. Bukan berdiri saja, apalagi hanya mengamati.

Nuansa naratifnya jelas: aksi lebih penting dari penampilan.

"Mohon ini saya lihat ada kecenderungan wisata bencana ini tidak bagus," tambah Prabowo.

"Rakyat di situ jangan dijadikan objek, kita datang ke situ untuk bener-bener ingin mencari masalah, melihat kesulitan, dan bertindak."

Pesan penutupnya pun praktis, langsung ke pokok persoalan. Ia mendorong pendekatan yang solutif dan cepat tanggap.

"Kita lihat di sini kurang air bersih, apa tindakannya. Di situ kurang BBM, masih terisolasi, bagaimana tindakannya," tutupnya.

Editor: Hendra Wijaya

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar