Fenomena Fotografer Menyemut Saat Olahraga, Ismail Fahmi: Rasanya Menyeramkan
Ismail Fahmi, Founder Drone Emprit, mengungkapkan kekhawatirannya terhadap fenomena fotografer yang berkerumun dan memotret orang yang sedang berlari atau berolahraga di ruang publik. Ia menggambarkan pengalamannya berlari di sekitar Palembang Icon Mall sebagai situasi yang 'menyeramkan'.
"Awalnya saya merasa foto aja silakan, tapi kok lama-lama wajah saya di mana-mana. Ini gila banget, sampai 15 meter itu ada lagi fotografernya. Mungkin ini praktik biasa tapi menurut saya berlebihan," ujarnya.
Ismail menduga para fotografer mengenalinya dan sengaja mengincarnya untuk difoto. Dengan bantuan aplikasi berbasis Artificial Intelligence (AI) yang dapat mendeteksi wajah, publik figur seperti Ismail yang dikenal di media sosial menjadi target mudah.
Rasa tidak nyaman semakin menjadi ketika ia mengajak istrinya untuk lari bersama. Para fotografer juga mengerubungi mereka berdua. "Saya minta istri saya lari dulu, difoto dari belakang. Rasanya seperti artis yang difoto jebret-jebret, ini creepy (menyeramkan)," tuturnya.
Bahaya Penyusup yang Mengaku Fotografer
Ismail Fahmi memperingatkan bahaya lain dari fenomena ini. Situasi ini berpotensi dimanfaatkan oleh orang-orang dengan niat tidak bertanggung jawab.
"Foto bebas menjadi hal yang normal, tapi ini tidak normal di luar negeri. Bisa saja ada orang berniat jahat, pura-pura fotografer. Ada something wrong di sini," kata dia. Foto-foto yang diambil bisa disalahgunakan untuk hal-hal yang tidak senonoh.
Ia menambahkan bahwa masalah ini tidak hanya terjadi di kota besar, tetapi juga di daerah kecil. Banyak orang yang merasa risih saat pergi ke Car Free Day (CFD) hingga merasa perlu memakai masker untuk menghindari perhatian yang tidak diinginkan.
Seruan untuk Aturan yang Jelas
Menanggapi fenomena ini, Ismail Fahmi menyerukan perlunya diskusi dan aturan yang melibatkan berbagai pihak. Pemerintah pusat dan daerah didorong untuk terlibat dalam menggodok regulasi khusus.
"Aspeknya luas. Perlu ada pembahasan bersama yang melibatkan organisasi fotografer, pelari, dan perwakilan masyarakat karena ini menyangkut ruang publik. Untuk level nasional, Kominfo bisa terlibat membahas implementasi AI dan etika. Semua ini perlu diharmoniskan," tutupnya.
Artikel Terkait
Bupati Bone Terobos Banjir di Watampone, Borong Kue Pedagang untuk Korban
Banjir Rendam Sejumlah Wilayah Bone, Pemkab Tetapkan Status Siaga Satu
Rayo Vallecano Pastikan Tiket Final UEFA Conference League 2026 Usai Kalahkan Strasbourg
João Félix Cetak Hattrick, Al Nassr Kalahkan Al Shabab 4-2