Wajahmu Diincar Saat Olahraga? Ismail Fahmi Ungkap Sisi Menyeramkan di Balik Kerumunan Fotografer

- Selasa, 28 Oktober 2025 | 13:42 WIB
Wajahmu Diincar Saat Olahraga? Ismail Fahmi Ungkap Sisi Menyeramkan di Balik Kerumunan Fotografer

Fenomena Fotografer Menyemut Saat Olahraga, Ismail Fahmi: Rasanya Menyeramkan

Ismail Fahmi, Founder Drone Emprit, mengungkapkan kekhawatirannya terhadap fenomena fotografer yang berkerumun dan memotret orang yang sedang berlari atau berolahraga di ruang publik. Ia menggambarkan pengalamannya berlari di sekitar Palembang Icon Mall sebagai situasi yang 'menyeramkan'.

"Awalnya saya merasa foto aja silakan, tapi kok lama-lama wajah saya di mana-mana. Ini gila banget, sampai 15 meter itu ada lagi fotografernya. Mungkin ini praktik biasa tapi menurut saya berlebihan," ujarnya.

Ismail menduga para fotografer mengenalinya dan sengaja mengincarnya untuk difoto. Dengan bantuan aplikasi berbasis Artificial Intelligence (AI) yang dapat mendeteksi wajah, publik figur seperti Ismail yang dikenal di media sosial menjadi target mudah.

Rasa tidak nyaman semakin menjadi ketika ia mengajak istrinya untuk lari bersama. Para fotografer juga mengerubungi mereka berdua. "Saya minta istri saya lari dulu, difoto dari belakang. Rasanya seperti artis yang difoto jebret-jebret, ini creepy (menyeramkan)," tuturnya.

Bahaya Penyusup yang Mengaku Fotografer

Ismail Fahmi memperingatkan bahaya lain dari fenomena ini. Situasi ini berpotensi dimanfaatkan oleh orang-orang dengan niat tidak bertanggung jawab.

"Foto bebas menjadi hal yang normal, tapi ini tidak normal di luar negeri. Bisa saja ada orang berniat jahat, pura-pura fotografer. Ada something wrong di sini," kata dia. Foto-foto yang diambil bisa disalahgunakan untuk hal-hal yang tidak senonoh.

Ia menambahkan bahwa masalah ini tidak hanya terjadi di kota besar, tetapi juga di daerah kecil. Banyak orang yang merasa risih saat pergi ke Car Free Day (CFD) hingga merasa perlu memakai masker untuk menghindari perhatian yang tidak diinginkan.

Seruan untuk Aturan yang Jelas

Menanggapi fenomena ini, Ismail Fahmi menyerukan perlunya diskusi dan aturan yang melibatkan berbagai pihak. Pemerintah pusat dan daerah didorong untuk terlibat dalam menggodok regulasi khusus.

"Aspeknya luas. Perlu ada pembahasan bersama yang melibatkan organisasi fotografer, pelari, dan perwakilan masyarakat karena ini menyangkut ruang publik. Untuk level nasional, Kominfo bisa terlibat membahas implementasi AI dan etika. Semua ini perlu diharmoniskan," tutupnya.

Editor: Redaksi MuriaNetwork

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar