Video itu beredar luas di media sosial, memicu kecaman. Tampak seorang turis asing sedang melukis tubuh seekor gajah di sebuah objek wisata Bali. Banyak warganet yang geram, menilai aksi tersebut sebagai bentuk eksploitasi terhadap satwa.
Menurut Ratna Hendratmoko, Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Bali, lokasi kejadiannya adalah Mason Elephant Park & Lodge di Gianyar. Namun, dia menegaskan bahwa video tersebut bukanlah hal baru.
"Itu video lama," katanya saat dihubungi Senin (15/12).
"Awal 2022 pasca COVID, dilakukan oleh teman-teman yang memegang izin Lembaga Konservasi Umum di sana."
Hendratmoko mengaku sudah turun langsung ke lokasi dan meminta penjelasan dari pengelola. Alasan mereka? Terpaksa. Pasca pandemi, kunjungan wisatawan merosot tajam. Dampaknya, kemampuan finansial untuk membeli pakan satwa pun ikut tertekan.
Pihak pengelola mengaku atraksi melukis tubuh gajah itu adalah salah satu cara untuk menarik kembali turis dan mengumpulkan dana. Terutama untuk kebutuhan pakan gajah dan donasi di masa pandemi.
"Mereka melakukan itu pada waktu itu untuk menarik pengunjung," jelas Hendratmoko.
Artikel Terkait
Bumi Memanas Lebih Cepat, KLHK Buru-buru Tinjau Ulang Tata Ruang
Kematian di Tangan ICE: Krisis Kepercayaan dan Gelombang Protes yang Mengguncang Amerika
John Sitorus Sindir Siti Nurbaya Usai Rumahnya Digeledah: Gabung Saja ke PSI
Brian Yuliarto Buka Kartu: Kampus dan Industri Harus Jalin Kolaborasi Nyata untuk Pacu Ekonomi