Februari Penuh Dendam: Persebaya Hadapi Mantan di Lima Laga Penentu

- Sabtu, 31 Januari 2026 | 15:00 WIB
Februari Penuh Dendam: Persebaya Hadapi Mantan di Lima Laga Penentu

SURABAYA Februari mendatang, denyut nadi Bonek dan Bonita dipastikan berdegup lebih kencang. Persebaya Surabaya bakal menghadapi lima laga krusial yang bisa jadi penentu nasib mereka di papan atas Liga 1. Setiap pertandingan, ibarat final kecil, punya bobot yang sama beratnya.

Menurut laporan Jawa Pos, tantangan itu makin berasa karena ada dua mantan yang siap menghadang. Ada aroma nostalgia dan dendam yang bakal mewarnai duel-dual tersebut.

Pertama, ada Bhayangkara FC. Di sana, Paul Munster, sang mantan arsitek Persebaya, kini memegang kendali. Tak cuma dia, bek tengah tangguh mereka, Slavko Damjanovic, juga punya sejarah manis bersama Green Force. Pasti ada perasaan khusus buat mereka saat bertemu nanti.

Di sisi lain, ada PSM Makassar. Laga ini bakal jadi reuni emosional untuk pelatih Bernardo Tavares. Dialah yang dulu membawa Juku Eja juara. Kini, dia harus mencari cara untuk mengalahkan tim yang pernah dibesarkannya itu.

Rangkaian ujian berat ini dimulai Minggu, 1 Februari. Persebaya menjamu Dewa United, runner-up musim lalu, di Stadion Gelora Bung Tomo. Seminggu kemudian, giliran Bali United yang datang. Baru setelah itu, duel panas melawan Bhayangkara FC pada 14 Februari. Jadwal berlanjut dengan tandang ke Persijap Jepara (21 Februari), sebelum bulan ditutup dengan laga sengit melawan PSM Makassar pada 25 Februari.

Pedro Matos, pemain anyar Persebaya, sudah menyiapkan mental. Dia sadar betul, debutnya di kandang sendiri nanti tak akan mudah.

“Dewa United tim yang bagus, terorganisir rapi. Kami harus main dengan intensitas tinggi sejak peluit awal dibunyikan,” ujar Pedro.
“Tapi atmosfer di GBT itu luar biasa. Dukungan Bonek dan Bonita selalu memberi energi ekstra. Kami butuh itu,” tambahnya, penuh keyakinan.

Jadwal yang begitu padat jelas jadi ujian nyata. Bukan cuma soal fisik, tapi juga mental. Bisik konsistensi mereka dipertahankan? Momentum positif harus dijaga jika ingin memenuhi target masuk empat besar. Ekspektasi dari tribun sudah terasa membara. Sekarang, tinggal jawaban di lapangan hijau yang bicara.

Editor: Novita Rachma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar

Terpopuler